Sekolah di Palu Kembali Belajar Daring Imbas Kabut Asap

Ilustrasi Medcom.id

Sekolah di Palu Kembali Belajar Daring Imbas Kabut Asap

Silvana Febiari • 26 October 2026 09:45

Palu: Pemerintah Kota (Pemkot) Palu kembali memperpanjang pembelajaran daring bagi sekolah akibat memburuknya kualitas udara. Kondisi ini dipicu kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah tersebut.

"Kami memohon maaf kepada para orang tua siswa/wali murid dengan berat hati kami memperpanjang pembelajaran jarak jauh demi alasan kesehatan siswa-siswi," kata Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, dilansir dari Antara, Senin, 26 Oktober 2026.

Kebijakan itu mulai berlaku bagi PAUD, SD, SMP negeri dan swasta se-Kota Palu per 26 Oktober 2026. Kebijakan berlaku sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut.


Wali Kota Palu menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/860/UMUM/2026 tentang imbauan kewaspadaan terhadap kualitas udara yang buru. Kemudian ditindak lanjuti melalui surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu untuk diteruskan kepada masing-masing satuan Pendidikan.

"Tentunya kebijakan kami terapkan dapat dipahami bersama demi kelangsungan kegiatan pendidikan," ujarnya.

Menurut hasil pemantauan partikulat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) PM1 mencapai 157 mikrogram, PM2,5 mencapai 150 mikrogram dan PM10 mencapai 159 mikrogram dengan kategori tidak sehat.


Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu


Ia juga meminta kepala satuan pendidikan memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif melalui metode daring atau jarak jauh. Pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik.

"Bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan akses pembelajaran daring, satuan pendidikan dapat memberikan alternatif pembelajaran yang sesuai," ucapnya.

Ia juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan menyikapi kualitas udara yang menurun, dengan menggunakan masker saat beraktivitas.

"Bagi warga memiliki penyakit komorbid seperti jantung dan masalah pernapasan (asma) sebaiknya saat ini mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta tetap menjaga data tahan tubuh. Apabila terjadi sesak napas maupun batuk segera periksa kesehatan di puskesmas terdekat," demikian Hadianto.

(Silvana Febiari)