Pelajar Lawan Jam Malam, Aksi Protes Kembali Berlangsung di Paris

Polisi Prancis mengawal protes yang dilakukan pelajar Prancis. Foto: Viory

Pelajar Lawan Jam Malam, Aksi Protes Kembali Berlangsung di Paris

Fajar Nugraha • 23 October 2026 08:50

Paris: Pada Kamis 22 Oktober 2026, para pengunjuk rasa kembali berkumpul di Paris, Prancis untuk memprotes pemangkasan anggaran pendidikan serta kenaikan biaya hidup.

Demonstrasi tetap dilakukan meskipun pemerintah telah memberlakukan jam malam baru dan memperketat keamanan.

Rekaman menunjukkan para demonstran, yang sebagian besar adalah pelajar membawa spanduk, meneriakkan slogan-slogan, dan bertepuk tangan mengikuti irama, sementara polisi berjaga di dekat lokasi dan sejumlah kendaraan mendekati area unjuk rasa.

Meski ada pembatasan, para peserta aksi menegaskan bahwa mereka akan terus melanjutkan perjuangan menentang kebijakan pemerintah.

Seorang pelajar bernama Mathis menepis anggapan bahwa liburan sekolah akan melemahkan gerakan tersebut.

"Tidak, liburan tidak menghentikan aksi protes. Demonstrasi terjadi di Le Mans, Lille, Rennes, di seluruh Prancis. Padahal, pemerintah telah mengeluarkan instruksi untuk melarang semua bentuk demonstrasi," ujar pelajar itu, seperti dikutip dari Viory, Jumat 23 Oktober 2026.

Gael Quirante, juru bicara kelompok NPA-Revolutionaries, menuding pemerintah gagal menanggapi keluhan mereka.

"Saat kita bicara soal ketidakpastian kerja, solusinya haruslah penghentian rencana pemutusan hubungan kerja (PHK). Jika pemerintah tidak mampu menangani masalah-masalah ini, maka pemerintah itu tidak ada gunanya!" tegas Quirante.

Aksi protes ini menyusul demonstrasi nasional pada 17 Oktober yang berujung pada kerusuhan dan penjarahan, sehingga mendorong Perdana Menteri Sebastien Lecornu untuk memberlakukan jam malam di wilayah-wilayah tertentu.

Pembatasan diterapkan di beberapa bagian Paris, Lyon, Lille, dan Nice; beberapa aturan di antaranya secara khusus menyasar anak di bawah umur. Menurut berbagai laporan, lebih dari 2.300 orang ditangkap selama kerusuhan tersebut.

Pihak berwenang berdalih bahwa langkah-langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kekerasan lebih lanjut, sementara para pengunjuk rasa mengkritik pembatasan terhadap hak mereka untuk berdemonstrasi.

Pada Rabu, pihak serikat pekerja meninggalkan perundingan dengan Lecornu tanpa mendapatkan konsesi baru. Demonstrasi lanjutan telah direncanakan untuk hari Sabtu, dan pihak kepolisian kini tengah mempersiapkan operasi pengamanan berskala besar.

(Fajar Nugraha)