PBB Didesak Lanjutkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

Pembina Utama Aqsa Working Group (AWG), Imaam Yakhsyallah Mansur (tengah). Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

PBB Didesak Lanjutkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

Fachri Audhia Hafiez • 1 November 2026 16:59

Jakarta: Pembina Utama Aqsa Working Group (AWG), Imaam Yakhsyallah Mansur, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melanjutkan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Bantuan wajib disalurkan tanpa pemotongan.

“Jadi bagaimana supaya PBB terus melanjutkan bantuannya. Karena itu amanat, amanat PBB sendiri dan juga amanat resolusi. Kita tidak boleh menghentikan,” ujar Imaam di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 1 November 2026.
 


Pernyataan tersebut disampaikan Imaam usai menghadiri acara Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan pasokan logistik merupakan amanat resmi serta resolusi internasional yang telah disepakati bersama.

Atas dasar itu, badan dunia tersebut dinilai seharusnya tidak boleh menghentikan atau mengurangi alokasi bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan masyarakat Palestina.

“Itu adalah bantuan dari rakyat dunia yang diserahkan melalui PBB. Seharusnya PBB melanjutkan ke Palestina,” kata Imaam.


Aksi solidaritas terhadap Palestina di Monas, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

Ia mengingatkan seluruh dana dan pasokan yang dikelola PBB merupakan bantuan dari masyarakat global. Sebagai lembaga dunia, PBB memiliki kewajiban moral dan kelembagaan untuk memastikan bantuan disalurkan secara utuh ke titik sasaran.

“Kalau sampai dipotong, bagaimana penderitaan saudara-saudara kita di sana?" kata Imaam.

Imaam turut menyoroti dampak serius yang akan timbul jika distribusi logistik mengalami kendala atau pengurangan. Ia mengingatkan PBB agar senantiasa menjaga integritas serta tidak mencederai kepercayaan publik internasional.

“PBB bahkan dapat dianggap berkhianat dengan titipan apa yang disampaikan oleh rakyat dunia ini,” tegas Imaam.

(Fachri Audhia Hafiez)