29 Oktober Memperingati Apa? Ada Hari Stroke hingga Internet Sedunia

Ilustrasi freepik

29 Oktober Memperingati Apa? Ada Hari Stroke hingga Internet Sedunia

Putri Purnama Sari • 29 October 2026 11:47

Jakarta: Tanggal 29 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari internasional, mulai dari Hari Perawatan dan Dukungan Internasional, World Coding Day, hingga World Stroke Day atau Hari Stroke Sedunia.

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu sosial, perkembangan teknologi, serta pentingnya mengenali dan mencegah penyakit stroke. Berikut daftar peringatan internasional pada 29 Oktober 2026.

Daftar Peringatan 29 Oktober

1. Hari Perawatan dan Dukungan Internasional

Hari Perawatan dan Dukungan Internasional atau International Day of Care and Support diperingati setiap 29 Oktober. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan peringatan ini melalui Resolusi Majelis Umum PBB A/RES/77/317.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya layanan perawatan dan dukungan bagi masyarakat. Isu yang disoroti mencakup pekerjaan pengasuhan berbayar maupun tidak berbayar, perlindungan pekerja perawatan, serta kesetaraan gender.

PBB juga mendorong pengembangan sistem perawatan yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk pemenuhan hak pekerja serta peningkatan akses terhadap layanan perawatan yang layak.

Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pekerjaan pengasuhan dan perawatan memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan mendukung keberlanjutan ekonomi.  2. World Coding Day


Ilustrasi freepik

Tanggal 29 Oktober juga diperingati sebagai World Coding Day atau Hari Pengodean Sedunia. UNESCO mencantumkan peringatan ini dalam kalender hari internasionalnya.

Coding atau pengodean merupakan proses menulis instruksi yang dapat dijalankan oleh komputer untuk membuat perangkat lunak, aplikasi, situs web, dan berbagai sistem digital.

UNESCO menekankan bahwa kemampuan coding tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis. Pengodean juga melatih logika, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital, literasi coding dinilai semakin penting. Namun, akses terhadap pendidikan ilmu komputer masih belum merata di berbagai negara, termasuk karena keterbatasan infrastruktur, sumber belajar, dan tenaga pengajar.

Oleh karena itu, World Coding Day menjadi momentum untuk mendorong akses pendidikan teknologi yang lebih inklusif agar semakin banyak orang dapat berpartisipasi dalam perkembangan dunia digital. 

3. World Stroke Day atau Hari Stroke Sedunia

World Stroke Day atau Hari Stroke Sedunia diperingati setiap 29 Oktober. Peringatan yang digagas oleh World Stroke Organization ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stroke, gejala yang perlu diwaspadai, dan pentingnya mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin.

Stroke merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak dan membutuhkan penanganan segera.

Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda stroke, seperti wajah yang tiba-tiba terkulai, kelemahan pada lengan, dan gangguan berbicara. Gejala tersebut dapat dikenali melalui prinsip FAST, yang mengacu pada Face (wajah), Arm (lengan), Speech (bicara), dan Time (waktu untuk segera mencari pertolongan).

Pada 2026, kampanye World Stroke Day mengusung pesan Every Minute Counts atau setiap menit sangat berarti. Pesan ini menekankan bahwa keterlambatan penanganan stroke dapat berdampak pada kondisi pasien.

Masyarakat yang mendapati gejala stroke perlu segera mencari bantuan medis darurat, bukan menunggu gejala menghilang dengan sendirinya. 

4. International Internet Day


Ilustrasi freepik

Tanggal 29 Oktober juga dikenal sebagai International Internet Day atau Hari Internet Internasional. Peringatan ini berkaitan dengan peristiwa bersejarah pada 29 Oktober 1969, ketika pesan elektronik pertama dikirim melalui jaringan ARPANET, salah satu cikal bakal internet modern.

Saat itu, tim peneliti di University of California, Los Angeles (UCLA) mencoba mengirimkan pesan ke komputer di Stanford Research Institute. Pesan yang hendak dikirim adalah kata LOGIN, tetapi sistem hanya berhasil mengirimkan dua huruf pertama, yakni “LO”, sebelum mengalami gangguan.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perkembangan internet. Kini, internet telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, memperoleh informasi, belajar, hingga menjalankan aktivitas ekonomi.

Meski diperingati secara internasional, Hari Internet Internasional bukan merupakan hari peringatan resmi yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 
  5. World Psoriasis Day

World Psoriasis Day atau Hari Psoriasis Sedunia diperingati setiap 29 Oktober untuk meningkatkan kesadaran mengenai psoriasis dan artritis psoriatik, penyakit peradangan yang dapat memengaruhi kulit serta persendian.

Menurut National Psoriasis Foundation, sekitar 125 juta orang di seluruh dunia hidup dengan psoriasis dan artritis psoriatik. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk memberikan dukungan kepada orang yang hidup dengan kondisi tersebut sekaligus mengurangi stigma dan kesalahpahaman di masyarakat.

Psoriasis merupakan kondisi peradangan kronis yang dapat menimbulkan bercak kulit kering, bersisik, gatal, atau terasa nyeri. Sementara itu, artritis psoriatik dapat menyebabkan peradangan dan nyeri pada persendian.

Melalui World Psoriasis Day, masyarakat didorong untuk memahami kondisi tersebut, meningkatkan kepedulian terhadap penderitanya, serta mendukung akses terhadap informasi dan perawatan yang tepat. 

(Putri Purnama Sari)