Publik Puas Kinerja Pemerintah di Bidang Pertahanan hingga Penegakan Hukum

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar Metro TV.

Publik Puas Kinerja Pemerintah di Bidang Pertahanan hingga Penegakan Hukum

M Sholahadhin Azhar • 30 October 2026 18:15

Jakarta: Tingkat kepuasan publik dalam dua tahun usia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai cukup tinggi. Hal tersebut tergambar dalam jajak pendapat yang digelar IndocPolls.

“Kepuasan publik menyentuh angka 57,4 persen pada dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran,” ungkap Direktur Komunikasi IndocPolls Taufik Ch dalam press release di Jakarta pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Di antara yang menyatakan puas tersebut, ada 7,3 persen yang sangat puas dipimpin oleh duet Prabowo-Gibran. Kepuasan tertinggi terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dirasakan dalam bidang pertahanan dan keamanan.
 


“Sebanyak 70,4 persen publik merasa puas kinerja di bidang hankam, dengan 24,9 persen saja yang merasa tidak puas dan sisanya 4,7 persen menyatakan tidak tahu/tidak jawab,” jelas Taufik.


Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Youtube

Menurut Taufik, latar belakang Prabowo sebagai sosok militer dan pengalamannya menjabat Menteri Pertahanan berkorelasi terhadap tingginya kepuasan publik di bidang hankam.

“Dalam masa yang singkat, Prabowo berupaya mengejar ketertinggalan Indonesia dalam pemenuhan Minimum Essential Force (MEF) dengan pengadaan sejumlah alutsista strategis dan modern,” lanjut Taufik.

Kepuasan tinggi juga dirasakan di bidang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang mencapai 62,1 persen. Hanya 34,1 persen yang merasa tidak puas dan sisanya 3,2 persen tidak tahu/tidak jawab.

“Di era Prabowo-Gibran, kasus-kasus korupsi besar diungkap tanpa pandang bulu,” kata Taufik.

Survei IndocPolls dilakukan pada 15-20 Oktober 2026, dengan 1.200 responden mewakili 38 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka. Survei dilakukan dengan teknik multistage random sampling, dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(M Sholahadhin Azhar)