Ilustrasi. Foto: ICDX.
Investor Beralih ke Aset Aman, Harga Emas Dunia Melesat
Ade Hapsari Lestarini • 6 November 2026 08:28
New York: Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat. Harga emas dunia melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya, di tengah perhatian pasar yang tertuju pada aksi jual besar-besaran di Wall Street.
Melansir Investing, Jumat, 6 November 2026, kekhawatiran mengenai regulasi yang lebih ketat terhadap industri kecerdasan buatan (AI), menyusul kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections) di AS, mendorong para pedagang untuk melepas saham-saham teknologi dan beralih ke aset aman (safe-haven) seperti obligasi pemerintah AS (Treasury) dan yen Jepang.
Harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi USD4.089,12 per ons. Sementara harga emas berjangka menguat 0,6 persen menjadi USD4.097,90 per ons.
Sehari setelah kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu AS, yang menghilangkan sebagian besar ketidakpastian di pasar, perhatian kini beralih pada potensi dampak politik dari hasil tersebut.
Dengan Partai Demokrat yang kini menguasai kedua kamar di Kongres, muncul kekhawatiran partai tersebut mungkin akan menerapkan regulasi yang lebih ketat terhadap sistem AI dan berupaya memperlambat penyebaran pusat data (data center) berskala masif.
Mengingat pembangunan infrastruktur AI berskala besar telah berperan penting dalam mendorong ekonomi AS, gangguan apa pun terhadap sektor ini dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan melemahkan posisi dolar.
.jpg)
Ilustrasi emas batangan. Foto: Magnific.
Dolar lemah dongkrak harga emas
Dolar AS yang lebih lemah pada gilirannya dapat mendongkrak harga emas, karena membuat logam mulia tersebut menjadi lebih murah bagi pembeli asing.
Kepala strategi lintas aset di LPL Financial, Adam Turnquist, mengatakan, meskipun bukan logam mulia, tembaga justru memberikan sinyal yang sedikit melegakan.
Dia mengatakan, sektor yang terkait dengan AI telah mengalami tekanan teknis yang signifikan seiring dengan kekhawatiran akan potensi perlambatan dalam siklus belanja modal (capex). Namun, tembaga belum menunjukkan sinyal serupa.
"Sebagai komponen krusial dalam pembangunan pusat data dan infrastruktur AI secara luas, harga tembaga tetap berada di atas rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average) yang sedang dalam tren naik, serta di atas level terendah September. Perbedaan arah (divergensi) ini menunjukkan aksi jual pada saham-saham yang terpapar sektor AI mungkin sudah berlebihan," ujar dia.