Menperin Minta Pertamina Pakai Sagu untuk Pengeboran Sumur Minyak

Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji dalam program Top Economy. Dok. Metro TV.

Menperin Minta Pertamina Pakai Sagu untuk Pengeboran Sumur Minyak

Gervin Nathaniel Purba • 6 November 2026 11:50

Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong PT Pertamina (Persero) memperluas penggunaan sagu sebagai bahan pendukung pengeboran sumur minyak untuk meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri.
 
Menurut Sarmuji, pemanfaatan sagu untuk pengeboran minyak telah diuji coba pada dua sumur dengan hasil yang baik, sehingga pemerintah mendorong penerapannya dalam skala lebih luas.
 
"Kami meminta kepada Pertamina untuk memperluas penggunaan sagu dalam proses drilling ini. Uji coba sudah dilaksanakan," ujar Sarmuji, dikutip Antara, Jumat, 6 November 2026.
 
Ia menjelaskan pemerintah akan menyusun SNI untuk penggunaan sagu dalam kegiatan pengeboran. Termasuk membuka peluang penerapan standar tersebut secara wajib apabila bahan baku lokal itu memenuhi kebutuhan industri.

 
 

Butuh 10 ton sagu

 

Sarmuji menyebut setiap sumur minyak membutuhkan sekitar 10 ton sagu. Dengan potensi pemanfaatan pada sekitar 900 sumur Pertamina, kebutuhan komoditas tersebut diperkirakan meningkat dan menciptakan pasar baru bagi industri sagu nasional.
 
Menurut dia, pasokan sagu dalam negeri dinilai mencukupi, terutama dari Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, yang telah menjalin kerja sama dengan perusahaan pengolah pati untuk memperkuat kapasitas industri.
 
Pengembangan pemanfaatan sagu untuk industri pengeboran diharapkan memperkuat hilirisasi komoditas lokal, meningkatkan nilai tambah, sekaligus mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri di sektor energi.

Pemerintah Dorong Hilirisasi Sagu

(Ilustrasi. Foto: Amiruddin)

 
Sementara itu, Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Jaffee Arizon Suardin mengatakan Pertamina mendukung program pemerintah untuk meningkatkan penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
 
"Dan tentunya di Pertamina sebagai BUMN, banyak industri-industri yang membutuhkan TKDN tersebut," katanya.
 
Jaffee menyebut Pertamina telah menyampaikan kepada Kementerian Perindustrian rencana mengajak pemilik perusahaan dan penyedia teknologi dalam negeri untuk membangun kolaborasi lebih erat.
 
Pertamina juga akan menyiapkan sistem temu bisnis untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan produk dan kemampuan industri nasional sehingga pemanfaatan komponen dalam negeri dapat lebih optimal.
 
"Kami tentunya siap berkolaborasi dengan Pak Menteri dan unsur pemerintah lainnya agar upaya ini dapat terlaksana dengan cepat," ujar Jaffee.
 

(Gervin Nathaniel Purba)