Presiden Dijadwalkan Resmikan Pagar dan Tanggul Gajah Way Kambas Akhir Oktober

View Deck Gajah atau menara pemantau gajah di sekitar kawasan hutan Way Kambas, Desa Braja Kencana Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur. (ANTARA/HO-KADES BRAJA KENCANA)

Presiden Dijadwalkan Resmikan Pagar dan Tanggul Gajah Way Kambas Akhir Oktober

Whisnu Mardiansyah • 13 October 2026 22:47

Lampung Timur: Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan pagar dan tanggul gajah sepanjang 138 kilometer di Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, pada akhir Oktober 2026.

"Iya jadi, informasinya akhir bulan," kata Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah saat dihubungi di Lampung Timur, seperti dilansir Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.

Pembangunan pagar dan tanggul gajah tersebut merupakan program Bantuan Presiden (Banpres) Prabowo Subianto untuk menangani konflik antara manusia dan gajah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat desa penyangga di sekitar kawasan Taman Nasional Way Kambas. Warga berharap keberadaan pagar dan tanggul dapat mengurangi masuknya gajah ke area pertanian serta membantu melindungi lahan mereka.

Kepala Desa Braja Luhur, Supratikno, mengatakan masyarakat menyambut baik pembangunan tanggul gajah di wilayahnya.

"Masyarakat senang adanya tanggul gajah di desa kami" ujar Kepala Desa Braja Luhur, Supratikno.
 


Supratikno menilai dimensi tanggul yang dibangun telah sesuai dengan harapan warga. Ia berharap struktur tersebut mampu mencegah gajah memasuki area pertanian masyarakat.

"Tinggi dan kemiringan tanggul sesuai yang diharapkan sehingga akan efektif mencegah gajah melewati tanggul," jelasnya.

Sementara itu, pembangunan pagar gajah di Desa Braja Kencana memiliki panjang sekitar tiga kilometer. Kepala Desa Braja Kencana Heru Setiawan mengatakan, sekitar satu kilometer di antaranya telah terpasang seluruhnya.


Ilustrasi - Gajah-gajah yang berada di Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Foto: ANTARA/HO-Pemprov Lampung.


"Dampak positif adanya pagar gajah, dan tanggul gajah, di Desa Braja Kencana sudah tidak ada lagi gajah memasuki lahan pertanian masyarakat," tambahnya.

Selain pagar dan tanggul, pemerintah juga membangun view deck atau menara pengawas gajah di desa tersebut. Menurut Heru, fasilitas itu dapat dimanfaatkan untuk memantau kemunculan gajah liar di sekitar tepi hutan sekaligus membuka peluang pengembangan wisata desa.

"Pagar Gajah, Tanggul Gajah, dan Menara Pengawas Gajah menjadi peluang wisata desa kami, yang akan kami kembangkan. Karena saat ini area di sekitar view deck gajah ramai dikunjungi warga," terangnya.

(Whisnu M)