Ketua Biro The Jakmania Cirebon, Syahril Rizky Kurniawan. (Metrotvnews.com/ Ahmad Rofahan)
Polisi Diminta Usut Tuntas Pelemparan Bus Suporter di Tol Palikanci
Ahmad Rofahan • 14 October 2026 18:25
Cirebon : Aksi pelemparan bus yang membawa rombongan suporter Persija Jakarta, The Jakmania, di Tol Palikanci, Kabupaten Cirebon, menuai kecaman dari Jakmania Cirebon. Insiden yang menyebabkan dua suporter terluka itu dinilai sebagai tindakan brutal yang membahayakan keselamatan.
Ketua Biro The Jakmania Cirebon, Syahril Rizky Kurniawan meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap identitas seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap suporter tidak boleh dibiarkan karena dapat mengancam keselamatan jiwa.
"Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas insiden tersebut. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ujar Syahril, di Cirebon, Rabu, 14 Oktober 2026.
Syahril menyayangkan terjadinya aksi pelemparan di KM 199.800, Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani. Akibat kejadian tersebut, dua suporter harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Mitra Plumbon.
Ia menegaskan, perbedaan dukungan terhadap klub sepak bola seharusnya tidak menjadi alasan untuk bertindak anarkis. Rivalitas dalam sepak bola semestinya tetap berada dalam batas sportivitas, tanpa mengorbankan keselamatan orang lain.
Syahril juga mengajak seluruh kelompok suporter menjaga sikap saling menghormati, baik saat mendukung tim kesayangan di stadion maupun ketika melakukan perjalanan menuju lokasi pertandingan.
"Mari bersama-sama menjaga kondusivitas, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan sepak bola sebagai ajang persaudaraan, bukan permusuhan. Jangan sampai perbedaan dukungan justru memicu kekerasan yang merugikan banyak pihak," tegasnya.

The Jakmania Cirebon. (Metrotvnews.com/ Ahmad Rofahan)
Sementara itu, polisi telah menyisir sekitar lokasi kejadian untuk mendalami insiden tersebut pada Selasa, 13 Oktober 2026, siang Dalam penyisiran, polisi menemukan sejumlah batu berukuran besar dan serpihan kaca, yang diduga berkaitan dengan aksi pelemparan tersebut.
Polisi menduga lebih dari lima orang terlibat dalam aksi pelemparan bus yang menyebabkan dua suporter mengalami luka-luka itu. “Pelaku diduga berjumlah sekitar lima orang, saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolsek Kedawung, Kompol Ahmad Nasori.