Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina
Menko PM Targetkan 2 Juta Jiwa Lepas Bansos pada 2029
Metro TV • 14 October 2026 12:39
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menargetkan pada 2029 jutaan jiwa tidak lagi bergantung pada bantuan sosial (bansos). Target ini seiring dengan program pemberdayaan untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.
“Menuju 2029 dengan percaya diri, setidaknya 2 juta jiwa nanti sudah tidak lagi menerima bantuan sosial, tetapi menjadi kontribusi aktif bagi pembangunan bangsa,” ucap Cak Imin dalam Dialog Nasional Pemberdayaan, Langkah Transformasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.
“Kita akan terus mendorong dan mewujudkan jaminan peningkatan taraf hidup yang berkelanjutan dan lepas dari bantuan sosial. Tagline yang terus kita gemakan, bansos sementara, berdaya selamanya,” kata Cak Imin.
Ke depannya, intervensi pemberdayaan diprioritaskan bagi kelompok usia produktif serta memiliki kondisi kesehatan yang memadai. Dengan dukungan fasilitas dan pelatihan yang tepat, kata Cak Imin, mereka berpotensi untuk membangun masa depan yang lebih baik.
"Dengan program pemberdayaan masyarakat ini kita ingin dorong agar masyarakat miskin yang masih memiliki usia produktif, kesehatan yang memadai, masa depan yang masih bisa diraih, diberi pemberdayaan sehingga mampu produktif dan mandiri,” ujar Cak Imin.
.jpg)
Ilustrasi Bansos. Foto: dok. MI
Cak Imin meyakini perubahan orientasi anggaran ini berdampak positif terhadap efisiensi keuangan negara. Investasi melalui program pemberdayaan secara bertahap akan mengurangi ketergantungan masyarakat pada bansos, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Dalam konteks paradigma baru pembangunan ini, ini luar biasa. Paradigma ini akan mengurangi jumlah kemiskinan dan paling penting Kementerian Keuangan dengan orientasi pemberdayaan ini lima tahun saya jamin APBN kita akan mengurangi jumlah bantuan sosial,” pungkas Cak Imin.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)