Kabut Asap Karhutla Belum Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda

Salah satu maskapai penerbangan sedang lepas landar dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar. ANTARA/M.Ifdhal

Kabut Asap Karhutla Belum Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda

Whisnu Mardiansyah • 15 October 2026 20:33

Aceh Besar: Angkasa Pura Indonesia memastikan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, masih berjalan normal. Hingga Kamis, 15 Oktober operasional bandara belum terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

“Alhamdulillah hingga saat ini operasional bandara berjalan lancar dan situasinya terpantau aman dan belum ada dampak akibat kabut asap karhutla,” kata General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Rahmat Adil Indrawan, di Blang Bintang, seperti dilansir Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.

Rahmat mengatakan, pengelola bandara terus memantau perkembangan cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi alam yang berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan.

Pada Kamis, 15 Oktober 2026, Bandara Sultan Iskandar Muda melayani 19 penerbangan kedatangan dan keberangkatan. Rute penerbangan tersebut mencakup Jakarta, Bandara Kualanamu, Kuala Lumpur, serta rute sebaliknya.
 


Sejumlah maskapai yang melayani penerbangan di bandara tersebut meliputi Garuda Indonesia, Wings Air, Super Air Jet, Pelita Air, Batik Air, dan AirAsia.

Rahmat menegaskan, pengelola bandara akan berkoordinasi dengan maskapai dan pihak terkait apabila terjadi perubahan kondisi cuaca. Keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah operasional.

“Apabila terdapat perubahan kondisi cuaca, bandara bersama maskapai dan pihak terkait akan melakukan koordinasi serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan penerbangan,” katanya.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (Dokumentasi/ BNPB)


Selain memantau kondisi cuaca, pengelola bandara juga memastikan kesiapan fasilitas, personel, dan prosedur operasional. Koordinasi dengan BMKG dan pemangku kepentingan terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi kondisi yang berpotensi mengganggu penerbangan.

“Kami juga terus memastikan kesiapan fasilitas, personel, dan prosedur yang berlaku. Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan penerbangan dilakukan secara aman, maka keputusan operasional akan disesuaikan berdasarkan pertimbangan keselamatan,” katanya.

Koordinasi dengan maskapai dan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara juga ditingkatkan. Langkah tersebut dilakukan agar setiap perubahan kondisi dapat ditangani secara cepat dan tepat sesuai prosedur yang berlaku.

(Whisnu M)