Pilu, Ibu di Ponorogo Meninggal di Motor Saat Antar Anak Berobat

Alm Luluatun ditemukan meninggal di atas sepeda motor. (tangkapan layar)

Pilu, Ibu di Ponorogo Meninggal di Motor Saat Antar Anak Berobat

Fajar Wiharjo • 21 October 2026 14:29

Ponorogo: Pilu. Seorang ibu di Ponorgo, Jawa Timur, bernama Luluatun Nikmah mengembuskan napas terakhirnya di atas sepeda motor saat sedang dalam perjalanan mengantar anaknya berobat. Kepergian mendadak ini membuat keempat anaknya kini berstatus yatim piatu, menyusul sang ayah yang telah meninggal dunia pada 2025 lalu.

Insiden yang terjadi pada Sabtu, 17 Oktober 2026 ini sempat terekam dalam sebuah video yang kini viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, tampak anak balita Luluatun berdiri kebingungan di samping jenazah sang ibu yang menepi di pinggir Jalan Desa Nailan, Kecamatan Slahung. Warga sekitar dan petugas Polsek Slahung kemudian berdatangan untuk mengevakuasi jenazah korban.


Alm Luluatun ditemukan meninggal di atas sepeda motor. (tangkapan layar)

Berdasarkan keterangan warga setempat, Ahmad Idham, keluarga terdekat tidak mengetahui adanya riwayat penyakit parah yang diderita korban.

"Kalau informasi dari Mbah Di (pihak keluarga Luluatun), selama ini enggak tahu kalau almarhumah sakit," kata Ahmad Idham, Selasa, 20 Oktober 2026.

Lebih lanjut, Ahmad menuturkan kronologi kejadian hari itu. Luluatun sama sekali tidak mengeluhkan kondisi kesehatannya. Pada pagi hari, ia baru saja pergi ke bidan untuk mengobati salah satu putranya. Namun pada siang harinya sesampainya di rumah, putranya yang lain mendadak muntah-muntah. Kondisi darurat itu memaksa Luluatun kembali memacu sepeda motornya untuk membawa sang anak ke bidan.

"Balik lagi ke sana. Dari sini sekitar 3 km," jelas dia.

Nahas, di tengah perjalanan, Luluatun diduga tak kuat menahan sakit hingga akhirnya menepi. Ia pun meninggal dunia di atas kemudi motornya dengan sang balita yang masih menemaninya.

Sejak suaminya berpulang, Luluatun diketahui bekerja keras melakoni pekerjaan apa pun demi menafkahi dan merawat keempat buah hatinya seorang diri. Kini, keempat anak tersebut harus rela kehilangan kedua orang tuanya selama-lamanya.

(Lukman Diah Sari)