Uji Coba MBG Model Prasmanan Dinilai Mengedepankan Manfaat

Bendum PP Muhammadiyah Hilman Latief bersama BPPGM berkunjung ke kantor BGN. Foto: Istimewa.

Uji Coba MBG Model Prasmanan Dinilai Mengedepankan Manfaat

Anggi Tondi Martaon • 9 October 2026 07:16

Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan uji coba menerapkan sistem prasmanan dalam penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut didukung untuk memastikan penerima manfaat mendapat makanan yang baik dan bergizi.

"Kami siap kalau memang skemanya perlu prasmanan. Bagi kami, yang paling penting bagaimana anak-anak penerima manfaat mendapatkan makanan yang baik dan bergizi, sementara pengelolaannya juga bisa berjalan dengan rapi,” kata Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief melalui keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2026.

Hal itu disampaikan Hilman saat memimpin kunjungan Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) ke Kantor BGN, Rabu, 7 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut Hilman bersama jajaran BPPGM bertemu dengan Kepala BGN Sudaryono.
 


Hilman menyampaikan Muhammadiyah mengapresiasi sejumlah perbaikan yang telah dilakukan BGN, terutama dalam aspek tata kelola dan transparansi. Hal itu dinilai bagian dari komitmen kita untuk ikut memastikan program publik berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran. 

"Kalau ada yang perlu diperbaiki, ya kita perbaiki bersama,” ungkap Hilman.

Selain itu, Muhammadiyah dan BGN memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya melakukan tracing dan pendataan siswa penerima manfaat secara lebih akurat. Pendataan berbasis by name by address dinilai penting untuk memastikan penerima manfaat dapat diidentifikasi secara jelas. 


Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Medcom.id.

Data tersebut juga dapat menjadi dasar dalam melakukan pemantauan, evaluasi, dan perbaikan program.

“Data penerima manfaat ini penting sekali. Kita ingin jelas siapa yang menerima, di mana, dan bagaimana pelayanannya. Kalau datanya by name by address, evaluasinya juga akan lebih mudah dan program bisa lebih tepat sasaran,” ujar Hilman.

Bagi BPPGM, penguatan data merupakan bagian dari pembenahan tata kelola MBG. Dengan data yang lebih akurat, pelaksanaan program diharapkan dapat semakin terukur dan potensi ketidaktepatan sasaran dapat ditekan.

Pertemuan PP Muhammadiyah dan BGN tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi. 

Muhammadiyah menegaskan dukungannya terhadap MBG sekaligus mendorong agar setiap evaluasi dan koreksi diterjemahkan menjadi pembenahan konkret dalam tata kelola, transparansi, pelayanan, dan ketepatan sasaran.

(Anggi Tondi)