Foto udara kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Distrik Taroi, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. ANTARA/HO-Istimewa Valen
BMKG Prediksi Kualitas Udara Kaimana dan Teluk Bintuni Sangat Tidak Sehat hingga 9 Oktober
Silvana Febiari • 6 October 2026 19:21
Manokwari: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kualitas udara di Kabupaten Kaimana dan Teluk Bintuni, Papua Barat, berada pada kategori sangat tidak sehat selama tiga hari, yakni 7-9 Oktober 2026.
Analisis Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Sorong Shelin Melinda mengatakan prediksi tersebut berdasarkan hasil pemantauan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5.
“Kualitas udara di Kaimana dan Teluk Bintuni diprediksi berada pada kategori sangat tidak sehat selama tiga hari ke depan,” kata Shelin, dilansir dari Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.
Dia menjelaskan kategori sangat tidak sehat menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada pada kisaran 150,5-250,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka ini jauh melampaui nilai ambang batas PM2.5 selama 24 jam sebesar 55 µg/m³.
Selain Kaimana dan Teluk Bintuni, kualitas udara di Teluk Wondama pada 7 Oktober 2026 berada pada kategori tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 55,5-150,4 µg/m³. Kemudian memburuk menjadi sangat tidak sehat pada 8-9 Oktober.
“Kondisi kualitas udara Fakfak juga diprediksi tidak sehat pada 7-8 Oktober, kemudian memburuk menjadi sangat tidak sehat pada 9 Oktober,” ujarnya.
Sementara kualitas udara di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak diprediksi konsisten berada pada kategori sedang selama 7-9 Oktober 2026 dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 15,6-55,4 µg/m³.
Dari tujuh kabupaten di Papua Barat, Kaimana dan Teluk Bintuni mengalami kualitas udara sangat tidak sehat selama tiga hari. Sedangkan Teluk Wondama dan Fakfak mengalami perubahan kategori.
“PM2.5 merupakan partikel udara berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer yang menjadi salah satu parameter untuk mengetahui tingkat pencemaran udara,” ungkapnya.

Tampak Bandara DEO Sorong diselimuti kabut asap dampak karhutla yang menyebabkan sejumlah penerbangan tidak bisa mendarat di Kota Sorong, Selasa, 6 Oktober 2026. (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)
Selain Papua Barat, kualitas udara di Papua Barat Daya pada 7 Oktober 2026 juga diprediksi mengalami penurunan. Kabupaten Sorong Selatan masuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan Maybrat berada pada kategori tidak sehat.
Pada 8-9 Oktober, kualitas udara Sorong Selatan diprediksi bergeser dari sangat tidak sehat menjadi tidak sehat. Sedangkan Maybrat tetap berada pada kategori tidak sehat selama periode tersebut.
Sementara Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Raja Ampat, dan Tambrauw diprediksi konsisten berada pada kategori sedang selama 7-9 Oktober 2026.