Kabut asap yang menyelimut wilayah Manokwari terpantau dari ruas jalan di kawasan Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Senin, 5 Oktober 2026. ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Kabut Asap Tebal, Seluruh Penerbangan di Bandara Rendani Manokwari Dibatalkan
Silvana Febiari • 6 October 2026 16:16
Manokwari: Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Rendani Manokwari, Papua Barat membatalkan seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Rendani. Pembatalan dilakukan karena kabut asap mengurangi jarak pandang pilot.
Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari Herman Sujito di Manokwari, mengatakan ketebalan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap jarak pandang yang tidak memenuhi ketentuan keselamatan operasional.
“Hari ini semua rute penerbangan dibatalkan karena jarak pandang saat pagi hari itu hanya sekitar 3 kilometer, dan siangnya hanya 1 kilometer saja,” ujar Herman, dilansir dari Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.
Baca Juga :
Rute penerbangan komersial yang terdampak meliputi, Jakarta-Manokwari, Makassar-Manokwari, Manokwari-Sorong, Kaimana-Manokwari, Jayapura-Manokwari, dan Nabire-Manokwari.
Selain itu, terdapat tiga rute penerbangan perintis siang hari yang juga dibatalkan karena membahayakan keselamatan operasional, yaitu penerbangan Wasior-Manokwari, Manokwari-Kambuaya, dan Manokwari-Teminabuan.
“Penerbangan komersial maupun perintis tidak bisa beroperasi, karena jarak pandang di bawah ketentuan keselamatan operasional,” kata Herman.
Dia berharap masyarakat pengguna jasa transportasi udara memahami situasi yang berada di luar kendali manusia. Pembatalan penerbangan dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang maupun awak pesawat.
UPBU Rendani terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau perkembangan kondisi cuaca sebagai dasar bagi maskapai kembali mengoperasikan penerbangan dari dan menuju Manokwari.
“Kami tentu berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali normal,” harapnya.

Tampak Bandara DEO Sorong diselimuti kabut asap dampak karhutla yang menyebabkan sejumlah penerbangan tidak bisa mendarat di Kota Sorong, Selasa, 6 Oktober 2026. (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)
Ari Pomanto, salah satu penumpang rute Manokwari-Jakarta, mengatakan pihak maskapai telah menginformasikan pembatalan penerbangan. Maskapai juga memberikan jadwal baru untuk mengantisipasi kondisi serupa.
“Saya harusnya berangkat siang ini tapi batal dan dipindahkan ke Kamis. Kalau mau refund juga bisa tapi ada potongan 10 persen,” ucapnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat Danang Tri Soesilo menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Manokwari juga dipengaruhi karhutla di Papua Selatan, dan Papua Nugini (PNG).
Asap kiriman dari Papua Selatan dan PNG mempertebal kabut asap akibat karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Papua Barat, antara lain Kabupaten Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Kaimana, dan Fakfak.
"Termasuk juga karhutla dari Maybrat, Papua Barat Daya yang asapnya kena sampai ke Manokwari,” ujarnya.