Salah Diberi Jenis Vaksin di Puskesmas, Balita di Bekasi Didiagnosis Radang Otak

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti Anggraini

Salah Diberi Jenis Vaksin di Puskesmas, Balita di Bekasi Didiagnosis Radang Otak

Antonio • 25 June 2026 14:48

Bekasi: Seorang balita di Kota Bekasi salah menerima jenis vaksin saat menjalani imunisasi di salah satu puskesmas. Balita tersebut bahkan didiagnosis mengalami radang otak.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi langsung melakukan pendampingan terhadap pasien dan keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti Anggraini membenarkan adanya insiden tersebut. Menurut Satia, kesalahan pemberian vaksin terjadi akibat miskomunikasi saat pelayanan berlangsung.

"Betul, ada miss komunikasi dan kami sudah melakukan pendampingan di RS Hermina sejak kemarin," kata Satia di Bekasi, Kamis, 25 Juni 2026.

Satia mengatakan balita yang sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit kini telah pulih dan diperbolehkan pulang ke rumah.

"Pasien sudah pulih, sehat, dan telah kembali ke rumah," ujar Satia.

 



Terkait biaya perawatan, Satia menjelaskan pembiayaan ditanggung melalui asuransi yang dimiliki pasien. Namun, Pemerintah Kota Bekasi siap menanggung biaya apabila tidak tercakup dalam asuransi.

"Karena pasien memiliki asuransi maka dibayar dari asuransi pekerjanya. Tetapi apabila tidak ter-cover, Pemerintah Kota Bekasi siap menanggung. Pembayaran klaim rumah sakit tidak bisa dilakukan secara ganda," ujar Satia.

Dinkes Kota Bekasi juga mengambil tindakan terhadap tenaga kesehatan yang terlibat dalam insiden tersebut. Petugas yang bersangkutan sementara ditarik dari pelayanan untuk menjalani pembinaan.


Ilustrasi. (Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)


"Nakes yang bersangkutan kami tarik ke dinas untuk dilakukan pembinaan dan dilarang melakukan pelayanan kesehatan sementara waktu," tegas Satia.

Ia menambahkan kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh tenaga kesehatan di Kota Bekasi agar lebih teliti dalam menjalankan prosedur pelayanan kesehatan, khususnya pemberian vaksin.

"Kejadian ini menjadi evaluasi bagi seluruh nakes di Kota Bekasi," tutupnya.

(Whisnu M)