Megalit diduga berusia 1.000 tahun yang dirusak di Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis, 5 Maret 2026. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Megalit Berpahat Wajah di Poso Diperkirakan Berusia 1.000 Tahun
Silvana Febiari • 7 March 2026 08:55
Poso: Megalit berpahat wajah ditemukan di Desa Dongi-Dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Ahli Arkeolog Sulawesi Tengah Iksam Djorimi memperkirakan, megalit tersebut berusia sekitar 1.000 tahun.
"Perkiraan 1.000 tahun untuk usia megalit itu," katanya, dikutip dari Antara, Sabtu, 7 Maret 2026.
Dia menjelaskan penyebaran situs megalit dimulai Lembah Behoa dan Bada, Kabupaten Poso ke arah utara hingga Lembah Palu. Situs megalitikum yang berada di Lembah Behoa dan Bada, Poso, diperkirakan berusia sekitar 2.000 tahun.
"Jadi semakin ke arah utara dari Lembah Behoa, usia megalit semakin muda," ungkap mantan Wakil Kepala Museum Sulawesi Tengah itu.
Di Lembah Palu, lanjut dia, tidak ditemukan Kalamba atau patung seperti di Lembah Behoa. Tetapi, yang ada hanya lesung batu, seperti di Desa Watunonju, Kabupaten Sigi

Situs megalitikum yang ditemukan warga di dalam wilayah Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) di Dongi-Dongi, Poso, Rabu, 4 Maret 2026. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Megalit (batu besar) adalah struktur atau monumen prasejarah yang didirikan menggunakan batu berukuran besar, baik tunggal (monolit) maupun susunan. Megalit berkembang dari zaman Neolitikum hingga Zaman Perunggu.
Megalit berfungsi sebagai penanda kubur, ritual keagamaan, atau pemujaan leluhur. Contohnya menhir, dolmen, dan sarkofagus.
Megalit yang ditemukan di Dongi-Dongi berupa batu berukuran besar dengan pahatan yang menyerupai wajah manusia. Bentuknya mirip dengan batu kalamba yang banyak ditemukan di Lembah Napu.