Miniatur kereta buatan Dipo Gunung Putri. Foto: Dok. Pribadi.
Miniatur Kereta Buatan Pemuda Asal Bogor Tembus Pasar Global
Metro TV • 22 September 2026 18:56
Jakarta: Kecintaan pada kereta api menjadi jembatan bagi Yusril untuk membangun bisnis miniatur kereta hingga merambah pasar internasional. Pemuda berusia 29 tahun asal Bogor, Jawa Barat, tersebut sukses mengirimkan produk buatannya ke mancanegara dalam beberapa bulan terakhir.
“Tahun ini ke Jepang saya mengirim dua kali dan baru kemarin sudah ngirim ke Malaysia juga sih,” kata Yusril kepada Metrotvnews.com, Selasa, 22 September 2026.
Baca Juga :
“Karena saya tempat tinggalnya itu ya di Gunung Putri, tapi ada stasiun di sekitarnya, Stasiun Gunung Putri atau Stasiun Nambo juga dekat,” ujar Yusril.
Latar belakang pendidikan teknik yang dimiliki Yusril menjadi modal utama dalam merancang miniatur kereta secara akurat. Dia memanfaatkan keahlian desain digital untuk membentuk pola potongan miniatur menggunakan perangkat lunak komputer.
Proses pembuatan badan miniatur memanfaatkan bahan akrilik serta PVC untuk bagian atap. Meski dikerjakan secara mandiri, beberapa komponen masih harus diimpor dari luar negeri.
“Tapi kalau untuk beberapa komponen seperti mesin, dinamo, roda, rel, itu beberapa kita masih impor semua,” kata Yusril.
Miniatur kereta buatan Yusril dibanderol mulai harga Rp380 ribu-Rp3 juta. Variasi harga ini ditentukan dari perbedaan material yang digunakan sampai tingkat presisi pada proses pembuatan.
“Mungkin kalau murah itu yang saya sebutkan tadi tuh lebih ke handmade dari PVC atau mungkin dari papercraft,” kata Yusril.

Yusril (kedua dari kiri), pemilik bisnis miniatur kereta dari Bogor, Jawa Barat. Foto: Dok. Pribadi.
Untuk harga yang lebih mahal, Yusril menawarkan produk miniatur dengan pilihan bahan yang lebih awet serta tampilan yang lebih presisi.
“Nah, kalau untuk yang mahal ini kita lebih ke akrilik, terus kemudian ada 3D print-nya dengan finishing-nya itu setara cat-cat motor atau mobil. Karena kalau cat-cat kita nggak pakai yang bagus, dia kelamaan akan agak menguning,” ujar Yusril.
Lewat usahanya ini, Yusril mampu meraup omzet hingga Rp25 juta per bulan. Jumlah itu didapat dengan menjual kurang lebih 20 sampai 30 miniatur gerbong serta tiga sampai empat miniatur lokomotif.
“Per bulan sih kalau saya kemarin habis ngitung-ngitung sih di bulan kemarin dua puluh (juta), mungkin sekarang sudah Rp25-an (juta) sih,” kata Yusril.
(Afifah Alfina)