UNHCR Salurkan Dana Darurat Rp35 Miliar untuk Pengungsi Konflik Yaman

UNHCR mengalokasikan dana darurat untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan akibat eskalasi militer terbaru di Yaman. (Anadolu Agency)

UNHCR Salurkan Dana Darurat Rp35 Miliar untuk Pengungsi Konflik Yaman

Willy Haryono • 21 September 2026 08:36

Jenewa: Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengalokasikan dana darurat sebesar USD2 juta atau setara Rp35,6 miliar untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan akibat eskalasi militer terbaru di Yaman.

Perwakilan UNHCR untuk Yaman Armen Yedgarian mengumumkan bantuan tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Perencanaan dan Kerja Sama Internasional Yaman Mohammed al-Faqmi di Aden, yang menjadi ibu kota sementara negara itu, pada Minggu, 20 September 2026.

Kantor berita resmi Saba melaporkan kedua pihak membahas upaya memperkuat koordinasi untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan masyarakat yang mengungsi akibat pertempuran terbaru.

Selain dana darurat USD2 juta, Yedgarian mengatakan persiapan juga dilakukan untuk kedatangan bantuan tempat tinggal atau shelter dalam pengiriman berikutnya.

Dia menegaskan koordinasi dengan pemerintah Yaman dan badan-badan PBB yang beroperasi di negara tersebut akan terus dilakukan untuk memperkuat respons kemanusiaan bagi para pengungsi dan memenuhi kebutuhan mereka.

Sehari sebelumnya, Unit Eksekutif Pemerintah Yaman untuk Pengelolaan Kamp Pengungsi melaporkan sekitar 147.000 orang mengungsi ke delapan provinsi sejak awal September hingga 18 September akibat eskalasi militer terbaru.

Pertempuran kembali terjadi di sejumlah front antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi, termasuk di Taiz, Marib, Al-Jawf, Al-Bayda, dan Lahj.

Eskalasi tersebut merupakan bagian dari peningkatan konflik yang lebih luas sejak awal Juli. Perkembangan itu menjadi yang paling intens setelah beberapa tahun relatif tenang menyusul gencatan senjata pada April 2022.

Pertempuran kembali meningkat pada September setelah kelompok Houthi merebut sejumlah lokasi penting di Al Hudaydah dan Taiz, termasuk kota strategis Mokha dan Pulau Perim.

Pulau Perim berada di Selat Bab el-Mandeb dan membagi jalur pelayaran tersebut menjadi dua saluran.

Konflik di Yaman telah berlangsung sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Perkembangan itu mendorong koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Baca juga: Eskalasi Konflik Yaman Picu Gelombang Pengungsian Hampir 147.000 Orang

(Willy Haryono)