Inflasi Sentuh 3,08%, BI Soroti Harga Pangan di Wilayah Sumatra

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali. Metrotvnews.com/Iqbal

Inflasi Sentuh 3,08%, BI Soroti Harga Pangan di Wilayah Sumatra

Muhammad Iqbal Sidiq • 10 June 2026 11:40

Jakarta: Bank Indonesia mencatat laju inflasi nasional masih dalam ambang batas target yang ditetapkan pemerintah. Namun, ada beberapa lonjakan harga komoditas pangan di sejumlah daerah akibat kondisi tersebut.  

"Pada Mei 2026, inflasi Indeks Harga Konsumen tercatat sebesar 3,08 persen year-on-year. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, saat memberikan paparan dalam acara Economic Conference di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.  

Ricky menjelaskan, secara agregat nasional stabilitas harga dan konsumsi masih terkendali. Namun, pergerakan inflasi di beberapa daerah menunjukkan alarm, khususnya Sumatra yang mencatatkan tekanan harga relatif lebih tinggi daripada wilayah lain.  

Faktor ketimpangan inflasi

Ketimpangan inflasi dipicu oleh beberapa faktor, seperti rantai tata niaga pangan domestik yang belum efisien, fluktuasi cuaca setempat, serta pola tanam antar-daerah yang belum terkoordinasi. Kondisi tersebut diperparah oleh ancaman eksternal. Kenaikan biaya logistik perkapalan global dan inflasi barang impor juga memengaruhi persoalan ini.  

"Hal ini menegaskan stabilitas nasional harus dibangun dari stabilitas di daerah. Inflasi nasional yang terkendali harus ditopang oleh pasokan dan harga pangan yang stabil di setiap wilayah Indonesia," kata Ricky.  

Ilustrasi pangan. Foto- Dok MI

Sebagai langkah jangka panjang, BI mengoptimalkan penyaluran kredit perbankan ke sektor industri pangan. BI optimistis penguatan ekosistem pangan yang tangguh dapat menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.  

"Ketika pasokan pangan, nilai tukar, dan harga terjaga, daya beli terlindungi, pertumbuhan berlanjut, serta kesejahteraan petani dan masyarakat semakin kuat," ujar Ricky.

(Achmad Zulfikar Fazli)