Presiden Prabowo Telepon PM Belanda Bahas Kerja Sama

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setrpres.

Presiden Prabowo Telepon PM Belanda Bahas Kerja Sama

Anggi Tondi Martaon • 12 June 2026 18:26

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten. Kedua kepala pemerintahan tersebut membahas kerja sama internasional.

"Perdana Menteri Belanda Rob Jetten @minpres, dan Presiden Indonesia @prabowo melakukan percakapan telepon yang baik hari ini," tulis akun Instagram Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, dikutip dari Antara, Jumat, 12 Juni 2026.

Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas pentingnya kerja sama internasional untuk menjaga keamanan dan kemakmuran di kawasan dan sekitarnya. Prabowo dan Rob juga membahas perkembangan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia serta situasi di Selat Hormuz.

Di tengah situasi global yang penuh gejolak, Indonesia dan Belanda terus bekerja sama untuk memperkuat hubungan bilateral. "Tepat di dunia yang penuh gejolak ini, Indonesia dan Belanda bekerja sama untuk memperkuat hubungan," tulis unggahan itu.

Belanda dan Indonesia disebut menjalin kerja sama di berbagai bidang. Antara lain perdagangan, air, dan pertanian berkelanjutan.

Selain itu, Idonesia dan Belanda dinilai memiliki pandangan serupa di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat. "Dan negara-negara kami adalah mitra sevisi di dunia yang berubah dengan cepat," sebagaimana unggahan tersebut.

Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Belanda pada September 2025. Saat itu, Presiden Prabowo diterima langsung secara resmi oleh Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, Belanda.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setpres.

Presiden Prabowo bersama Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima berdiskusi mengenai berbagai isu penting. Termasuk penguatan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang strategis.

Presiden Prabowo dan Raja Willem-Alexander sama-sama berlatar belakang militer. Latar belakang ini merupakan kesamaan yang menghadirkan keakraban tersendiri dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama Indonesia dan Belanda untuk terus mempererat hubungan. Serta, memperluas peluang kerja sama di masa mendatang.

(Anggi Tondi)