Stok BBM Aman, Warga NTB Diminta Tak Terpancing Isu Kenaikan Harga

Ilustrasi. Foto: dok Istimewa.

Stok BBM Aman, Warga NTB Diminta Tak Terpancing Isu Kenaikan Harga

Silvana Febiari • 1 April 2026 06:59

Mataram: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengimbau masyarakat tidak panic buying menyikapi isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) imbas konflik di Timur Tengah. Pemerintah pusat sudah menjamin tidak ada kenaikan BBM meski suplai minyak dari Timur Tengah terganggu akibat perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

"Sampai sekarang tidak ada informasi resmi kenaikan BBM. Pemerintah pusat juga sudah menegaskan itu," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Irnadi Kusuma, dilansir dari Antara, Rabu, 1 April 2026. 

Untuk itu, ia berharap masyarakat tidak panik dan mempercayai isu kenaikan harga BBM, sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat. "Kita minta masyarakat tidak panik," ucapnya.
 


Senada dengan itu, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin juga menegaskan masyarakat tidak panic buying dengan kabar kenaikan BBM. Sebab, tidak ada keputusan terkait rencana itu.

"Yang jelas stok BBM kita, insya Allah aman," ujarnya.


Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin. ANTARA/Nur Imansyah.


Meski kondisi Timur Tengah sedang berkonflik, namun sampai dengan saat ini pemerintah pusat melalui Pertamina tidak pernah menyatakan menaikkan harga BBM. Dari informasi yang diterimanya, Pertamina sudah menyiapkan sejumlah skenario untuk menyikapi gejolak BBM akibat situasi yang terjadi di Timur Tengah.

"Pertamina berencana akan memanfaatkan kilang-kilang di dalam negeri. Kemudian mengambil BBM bukan lagi dari Timur Tengah tapi di lokasi lain apakah itu Afrika maupun Amerika Latin, selanjutnya kita menggencarkan sosialisasi ke masyarakat untuk melakukan langkah penghematan. Salah satunya menerapkan penggunaan energi terbarukan," ungkap Samsudin.

Menurut dia, skenario penghematan tersebut merupakan upaya dari kedaulatan energi yang tengah digaungkan pemerintah melalui Kementerian ESDM. "Itu salah satu cara untuk menjaga stok minyak kita tetap aman," tutupnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)