BMKG Minta Warga Terdampak Gempa Sulut-Malut Cek Struktur Bangunan

Plh. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, dalam konferensi pers. (Dokumentasi/ Metro TV)

BMKG Minta Warga Terdampak Gempa Sulut-Malut Cek Struktur Bangunan

Silvana Febiari • 2 April 2026 11:17

Ternate: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga terdampak gempa bumi di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) untuk mengecek struktur bangunan. Hal ini penting dilakukan guna menghindari risiko roboh akibat gempa susulan.

"Untuk bangunan gedung tinggi dan rumah-rumah agar dicek kembali kondisi struktur bangunan," kata Plh. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, dalam konferensi pers, Kamis, 2 April 2026. 

Fachri menekankan kondisi visual bangunan dari luar tidak menjamin keamanan di dalamnya. Masyarakat diminta untuk lebih teliti memeriksa detail struktur, baik pada hunian pribadi maupun gedung perkantoran.
 


"Walaupun bangunannya masih berdiri, tapi apabila ada retakan-retakan atau kondisi-kondisi tidak stabil, itu perlu menjadi kewaspadaan untuk tidak masuk ke dalam bangunan," tegas Fachri.

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang tenggara Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis pagi, 2 April 2026. BMKG mencatat gempa ini berpotensi tsunami.

"Berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam laman resminya. 



Gempa dengan magnitudo 7,6 tersebut tercatat terjadi pada pukul 05:48:16 WIB. Berdasarkan hasil analisis awal, pusat gempa berlokasi di laut, tepatnya pada jarak 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara.

BMKG juga merekam 29 kali gempa susulan usai gempa utama yang terjadi di barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. Besaran magnitudo gempa susulan tersebut berada pada 3,1 dan terbesar 5,5.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)