Menlu Iran Kecam Serangan Udara AS-Israel yang Sasar Kampus Teknologi

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: Anadolu

Menlu Iran Kecam Serangan Udara AS-Israel yang Sasar Kampus Teknologi

Fajar Nugraha • 7 April 2026 09:46

Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, mengecam keras serangan terkoordinasi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Universitas Teknologi Sharif.

Institusi tersebut merupakan salah satu pusat teknik, sains, dan inovasi paling bergengsi di Iran yang dikenal luas sebagai universitas setara dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resmi melalui platform X pada Senin, 6 April, Araghchi menegaskan bahwa agresor Israel-AS telah mengebom "MIT-nya Iran". Ia mencatat bahwa aksi militer ini merupakan kelanjutan dari rangkaian serangan yang sebelumnya juga telah menyasar berbagai universitas lain di negara tersebut.

Araghchi kemudian mengutip pesan kenabian yang menyebutkan bahwa jika ilmu pengetahuan berada di tempat yang sangat jauh sekalipun, bangsa Iran tetap akan mampu meraihnya. Hal ini digunakannya untuk menekankan ketahanan intelektual bangsa Iran di tengah tekanan militer.

Ia juga mengeluarkan peringatan keras kepada pihak penyerang. Ia mengatakan bahwa para agresor akan segera menyaksikan kekuatan nyata yang dimiliki oleh Republik Islam Iran sebagai respons atas serangan tersebut.

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, yang merupakan insinyur lulusan Stanford University, turut menyampaikan kecaman tajam atas insiden ini. Melalui akun X miliknya, Aref menyebut serangan bom penghancur bunker terhadap Universitas Sharif sebagai simbol kegilaan dan ketidaktahuan Trump.

Aref menegaskan bahwa Trump gagal memahami bahwa ilmu pengetahuan di Iran tidak tertanam di dalam beton yang dapat dihancurkan oleh bom. Menurutnya, benteng pertahanan Iran yang sesungguhnya adalah tekad kuat dari para profesor dan kalangan elit akademik mereka.

Serangan udara tersebut dilaporkan telah menyebabkan kerusakan luas pada berbagai fasilitas kampus. Kerusakan signifikan terjadi pada laboratorium penelitian universitas, masjid pusat, serta sejumlah fasilitas kunci lainnya di dalam area universitas.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)