Fenomena lubang raksasa di Aceh Tengah. (Dokumentasi/Metro TV)
Lubang Raksasa di Aceh Tengah Ancam Permukiman Warga
Fajri Fatmawati • 1 February 2026 18:55
Aceh Tengah: Lubang raksasa yang berada di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah terus meluas dan mengancam permukiman warga. Pemerintah setempat kini mengambil langkah antisipasi untuk mencegah longsoran menjalar lebih jauh ke kawasan perkampungan.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama tim teknis guna membahas penanganan longsor yang menyebabkan badan jalan di lokasi tersebut terputus total. Menurutnya, kajian mendalam dari tenaga ahli sangat dibutuhkan untuk mengetahui penyebab utama pergerakan tanah yang terus berlangsung.
“Ini memang semakin hari semakin berat, semakin bergeser. Kalau tidak diantisipasi, nanti bisa terbelah,” ujar Haili Yoga, Minggu, 1 Februari 2026.
Baca Juga :
Ia menjelaskan, fenomena longsor di kawasan tersebut sebenarnya telah terjadi sejak 2013. Namun dalam beberapa bulan terakhir, intensitas longsoran meningkat dan pergerakan tanah semakin cepat sehingga memperparah kondisi jalan dan lingkungan sekitar.
Haili menilai keterlibatan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sangat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara komprehensif. Ia menegaskan, kondisi jalan yang sudah terputus sangat berisiko bagi keselamatan warga.
“Jalan itu sudah putus dan sangat riskan. Harapan kita tim dari provinsi dan pusat bisa hadir bersama tim kabupaten supaya longsoran ini tidak melebar ke tempat lain,” jelas Haili.

Fenomena lubang raksasa di Aceh Tengah. (Dokumentasi/Metro TV)
Ia menambahkan, jarak longsoran menuju permukiman warga kini semakin dekat. Jika pergerakan tanah terus berlanjut hingga ratusan meter ke depan, maka desa terdekat berpotensi terdampak langsung.
Sebelumnya, jalan lintas di Desa Pondok Balik putus total akibat meluasnya longsoran di sekitar lubang raksasa tersebut. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menyiapkan jalur alternatif agar aktivitas dan mobilitas warga tetap dapat berjalan.