Bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Istimewa
Buritan KM Virgo Transport 8 Diduga Menancap di Dasar Laut
Whisnu Mardiansyah • 15 September 2026 15:59
Jakarta: Buritan KM Virgo Transport 8 diduga sudah menancap di dasar laut setelah hampir seluruh badan kapal berada di bawah permukaan air. Perkiraan tersebut disampaikan Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmada 2 Laksamana Pertama TNI Edy Setiawan berdasarkan pengamatan langsung di lokasi kapal tenggelam.
"Saya memprediksi bahwasannya buritan atau bagian belakang kapalnya sudah menancap di dasar laut. Kemudian juga angin 25 sampai dengan 30 knots juga gelombang yang cukup tinggi, itu menyulitkan tantangan bagi kita," kata Edy kepada Metro TV, Selasa, 15 September 2026.
Edy menjelaskan posisi KM Virgo Transport 8 berada di perairan dengan kedalaman sekitar 21–25 meter. Sementara itu, panjang kapal mencapai 116 meter. Kondisi tersebut menjadi dasar perkiraan bagian belakang kapal sudah mencapai dasar laut.
Pengamatan langsung dari KRI I Gusti Ngurah Rai juga menunjukkan hampir 95 persen badan KM Virgo Transport 8 telah berada di bawah air. Kondisi ini turut menyulitkan tim SAR untuk menurunkan personel Kopaska maupun penyelam ke lokasi kapal.
“Dengan kondisi cuaca saat ini agak menyulitkan kita menurunkan tim Kopaska atau tim penyelam kita. Karena posisi saat ini, KMP Virgo Transport 8, hampir 95 persen bodi kapalnya itu sudah berada di bawah air," kata Edy.
Menurut Edy, kondisi badan kapal yang hampir seluruhnya terendam juga perlu dihadapi bersama kondisi perairan di sekitar lokasi. Gelombang laut mencapai 1,5–2,5 meter.
“Saat ini bisa kami sampaikan bahwasannya kondisi cuaca di lokasi, khususnya di posisinya dari KMP Virgo Transport 8, cuacanya memang cerah, agak tapi tinggi gelombang berkisar antara 1,5 sampai dengan 2,5 meter," kata Edy.
Selain gelombang, angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 20–30 knot. Arus bergerak ke arah barat hingga barat laut dengan kecepatan 0,5–1,5 knot.

KM Virgo Transport 8. Dokumentasi/ Metro TV.
Selanjutnya kata dia, kondisi angin dan arus tersebut turut menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan.
“Selanjutnya angin itu bertiup dari Tenggara dengan cepat 20 sampai dengan 30 knots. Selanjutnya itu arus dari ke barat sampai dengan barat laut cepat 0,5 sampai dengan 1,5 knots.
Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita di dalam melaksanakan upaya evakuasi atau penyelamatan SAR KMP Virgo Transport 8.”
Edy mengatakan kondisi cuaca dan posisi kapal membuat proses penurunan tim penyelam menjadi lebih sulit. Terlebih, hampir seluruh badan kapal sudah berada di bawah permukaan laut dan bagian buritan diduga telah menancap di dasar laut.