AS Targetkan Produksi Minyak Venezuela Naik Jadi 1,5 Juta Barel per Hari

Ilustrasi kilang minyak. (Freepik)

AS Targetkan Produksi Minyak Venezuela Naik Jadi 1,5 Juta Barel per Hari

Muhammad Reyhansyah • 15 September 2026 10:42

Washington: Amerika Serikat (AS) menargetkan peningkatan produksi minyak Venezuela menjadi 1,5 juta barel per hari dalam jangka pendek untuk menambah pasokan energi dan memperkuat ketahanan energi Amerika.

Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum mengatakan bahwa target tersebut dapat dicapai dengan dukungan perusahaan-perusahaan Amerika.

“Ya, kami bisa melakukannya, dan itu akan terjadi berkat perusahaan-perusahaan AS,” kata Burgum kepada stasiun televisi Fox News, Senin, 14 September 2026.

Melansir Anadolu, Burgum menyebut Venezuela sebagai mitra energi strategis bagi Amerika Serikat karena memiliki cadangan minyak yang sangat besar. Letak Venezuela juga dinilai menguntungkan karena tidak terdampak langsung konflik di Timur Tengah yang mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz.

Menurut Burgum, peningkatan produksi minyak Venezuela dapat membantu mengimbangi gangguan pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah sekaligus memperkuat keamanan energi AS.

Target tersebut merupakan bagian dari upaya Washington memperluas investasi di sektor minyak Venezuela. Pemerintah Venezuela mengatakan kesepakatan dengan AS mencakup 17 ladang minyak strategis dan ditujukan untuk menarik investasi lebih dari USD100 miliar.

Kerja sama energi itu berlangsung setelah perubahan hubungan AS dan Venezuela menyusul penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, oleh pasukan AS di Caracas pada Januari.

Keduanya kini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, dan telah menyatakan tidak bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk perdagangan narkoba, pencucian uang, dan korupsi.

Perusahaan minyak AS Chevron mengatakan berencana menginvestasikan lebih dari USD7 miliar dalam lima tahun ke depan. Chevron juga menargetkan peningkatan produksi dari operasinya di Venezuela menjadi sekitar 600 ribu barel per hari.

Perusahaan energi Italia Eni turut menandatangani kesepakatan dengan Venezuela untuk mengembangkan ladang minyak Junin 5 di kawasan Orinoco.

Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Namun, produksinya masih jauh di bawah tingkat yang dicapai pada beberapa dekade sebelumnya akibat kurangnya investasi dan penurunan kapasitas industri.

Burgum mengatakan Washington ingin membantu memulihkan industri minyak Venezuela sekaligus membawa lebih banyak minyak mentah negara itu ke pasar internasional.

Pemerintahan Presiden Donald Trump juga melihat perluasan sektor minyak Venezuela sebagai cara untuk memperkuat keamanan energi AS, termasuk mengisi kembali cadangan minyak strategis dengan harga lebih rendah.

“Kesepakatan yang baru saja dibuat memungkinkan kami mengisi kembali cadangan minyak strategis, mungkin dengan harga serendah USD30 atau USD40 per barel,” ujar Burgum.

Baca juga: Donald Trump Kuasai Akses 65 Miliar Barel Minyak Venezuela

(Willy Haryono)