Investasi Jakarta Triwulan II Tembus Rp173,6 Triliun

Ilustrasi Kota Jakarta. Foto: Istimewa.

Investasi Jakarta Triwulan II Tembus Rp173,6 Triliun

Nattasya Amani Vrazeti • 18 September 2026 13:40

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat realisasi investasi pada Triwulan II 2026 mencapai Rp173,6 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 17,2 persen dari total investasi nasional.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan, capaian tersebut adalah wujud nyata kepercayaan publik yang dibangun melalui kepastian usaha dan rasa aman.

“Capaian ini menempatkan Jakarta sebagai salah satu destinasi investasi terkuat di Indonesia, sejalan dengan arah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno yang menempatkan kepastian usaha, rasa aman, dan kepercayaan publik sebagai fondasi menuju kota global,” ujar Chico dalam keterangan tertulis, Jumat, 18 September 2026.

Chico menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut tidak terjadi secara instan. Pada 2021, realisasi investasi Jakarta masih berada di kisaran Rp103 triliun, kemudian melonjak menjadi Rp270 triliun pada 2025.

“Momentum itu berlanjut di 2026. Pada periode yang sama, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen, inflasi terjaga di 2,5 persen, dan kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional mencapai 16,32 persen,” kata Chico.

Untuk menjaga capaian tersebut, Pemprov DKI terus merapikan iklim usaha melalui digitalisasi layanan serta reformasi perizinan. Kebijakan percepatan pengurusan dokumen seperti Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) kini ditargetkan rampung paling lambat dalam 15 hari kerja.

“Langkah itu diperkuat dengan digitalisasi layanan, kemitraan strategis, serta pembangunan infrastruktur yang tidak semata mengandalkan APBD,” kata Chico.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: dok. Pemprov DKI. 

Menjelang 5 Abad Jakarta, Chico menyebut Pemprov DKI menargetkan Ibu Kota masuk 50 besar kota global dunia pada 2030.

“Capaian investasi ini menjadi salah satu indikator bahwa arah itu sedang dikerjakan: kota yang terbuka, berdaya saing, dan tetap berpihak pada warganya,” kata Chico.

(Gabriella Thesa Widiari)