Senior Vice President Impact Beyond Banking DBS Foundation, Nazla Mariza. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari
Lansia Tembus 20% di 2045, Sektor Swasta Lirik Potensi Silver Economy
Eko Nordiansyah • 17 September 2026 17:04
Jakarta: DBS Foundation menilai lonjakan populasi lansia di Indonesia hingga 20 persen pada 2045 tidak hanya menjadi tantangan sosial, tetapi juga membuka ceruk pasar baru bagi sektor swasta. Pertumbuhan kelompok masyarakat menua ini diiringi oleh tingginya potensi kebutuhan pasar khusus yang belum tergarap maksimal, atau yang dikenal dengan istilah silver economy.
Peluang ini mencakup berbagai lini bisnis, mulai dari penyediaan fasilitas kesehatan, hunian ramah lansia, jasa perawatan (caregiver), hingga produk keuangan dan teknologi digital yang dirancang khusus untuk populasi senior.
"Ada peluang silver economy, artinya ekonomi yang melayani kebutuhan populasi lansia yang nanti akan semakin besar di masa depan. Bagaimana sektor swasta bisa mengambil kesempatannya, bukan hanya tantangan tapi ternyata ada peluang dari sektor kesehatan, perawatan, produk keuangan, perumahan ramah lansia, mobilitas, transportasi, rekreasi, dan juga teknologi digital," ujar Senior Vice President Impact Beyond Banking DBS Foundation, Nazla Mariza dalam Peluncuran Hasil Riset DBS Foundation di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Langkah ini dipandang menjadi angin segar bagi pelaku usaha untuk menciptakan inovasi layanan holistik. Saat ini, fasilitas lansia yang ada masih sebatas hunian atau kegiatan sosial dasar, sehingga kehadiran produk komersial yang lebih terintegrasi sangat dinantikan.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Penguatan ekosistem layanan dan ketersediaan tenaga kerja
Guna menangkap potensi ekonomi tersebut, kesiapan ekosistem pendukung serta penyediaan tenaga kerja profesional menjadi syarat mutlak. Pertumbuhan industri berbasis lansia diyakini bakal menciptakan lapangan kerja baru, salah satunya di sektor perawatan jangka panjang (caregiver) bersertifikasi.Di samping itu, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku swasta diperlukan dalam penyediaan data pendukung serta regulasi yang kondusif. Lingkungan fisik dan aksesibilitas digital juga perlu disesuaikan agar lansia tetap dapat berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
"Bangun ekosistem perawatan jangka panjang untuk lansia dengan beragam layanannya, bukan hanya hunian. Ciptakan lingkungan fisik dan digital yang ramah sehingga lansia bisa tetap terhubung dan berpartisipasi secara aktif di dunia digital maupun sosial ekonomi," tambah Nazla.
Dengan pemanfaatan pasar silver economy secara optimal, transisi demografi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kualitas hidup para lansia di masa depan.