Bandung jadi Primadona Wisatawan, Pemkot Siapkan Solusi Parkir dan Sampah

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Metrotvnews.com/Roni K)

Bandung jadi Primadona Wisatawan, Pemkot Siapkan Solusi Parkir dan Sampah

Roni Kurniawan • 9 January 2026 18:02

Bandung: Kota Bandung kembali menjadi destinasi primadona wisatawan saat libur panjang. Lonjakan kunjungan ini memberi dampak positif bagi perekonomian daerah, namun di sisi lain memunculkan sejumlah persoalan krusial, mulai dari kemacetan, parkir, hingga pengelolaan sampah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi dampak libur panjang tersebut. Menurutnya, terdapat empat isu utama yang menjadi perhatian, dengan kemacetan dan parkir sebagai persoalan paling menonjol karena saling berkaitan.

“Kemacetan paling dahsyat itu terjadi di pintu-pintu masuk Kota Bandung, baik dari utara, selatan, maupun timur. Begitu masuk kota sebenarnya relatif lancar, tapi masalahnya adalah parkir,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Jumat, 9 Januari 2026.


Jalan Braga, Bandung

Farhan menjelaskan, keterbatasan lahan parkir membuat kendaraan wisatawan kerap memanfaatkan badan jalan. Kondisi tersebut memicu maraknya parkir liar yang berujung pada kemacetan, terutama di kawasan wisata.

Ia menilai, upaya penertiban parkir liar yang selama ini dilakukan belum memberikan efek jangka panjang. “Operasi parkir liar itu seperti ngusir nyamuk, diusir sebentar, tidak lama datang lagi,” kata Farhan.

Sebagai solusi jangka menengah, Pemkot Bandung menargetkan pembangunan fasilitas park and ride dalam dua tahun ke depan. Fasilitas tersebut direncanakan tersebar di sekitar 17 ruas jalan utama yang menjadi tujuan wisata.


Taman Film. 

Selain itu, Pemkot Bandung juga membuka peluang investasi di sektor perparkiran. Potensi ekonomi dari sektor tersebut diperkirakan mencapai Rp80 miliar per tahun.

Tak hanya persoalan lalu lintas, Farhan juga menyoroti ancaman krisis sampah yang kembali menghantui Kota Bandung. Ia mengungkapkan kekhawatiran terjadinya krisis sampah ketiga dalam setahun terakhir, yang diperkirakan terjadi pada pertengahan Januari 2026.

“Kami sekarang sedang deg-degan. Kalau hitungan normal, pada 12 Januari bisa terjadi krisis sampah lagi,” sahut Farhan.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkot Bandung menyiapkan pola pengelolaan sampah yang lebih terfokus pada wilayah permukiman. Pendekatan kewilayahan diharapkan mampu menekan beban di titik-titik pengolahan sampah dan mencegah penumpukan volume sampah selama libur panjang.

“Saya berharap pendekatan kewilayahan ini bisa mengurangi tekanan dan mencegah penumpukan sampah,” pungkas Farhan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)