Farhan Optimistis Tahun 2026 Persoalan Sampah di Kota Bandung Tuntas

Farhan Optimistis Tahun 2026 Persoalan Sampah di Kota Bandung Tuntas

Roni Kurniawan • 5 January 2026 13:35

Bandung: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadikan tantangan di tahun 2025 sebagai cerminan untuk berbenah. Farhan optimistis tahun 2026 bakal menghasilkan capaian yang lebih positif dalam menata Ibu Kota Provinsi Jawa Barat tersebut.

Menurut Farhan, perhatian terhadap Kota Bandung saat ini sangat tinggi. Kondisi ini menuntut aparatur untuk bekerja lebih antisipatif, terstruktur, dan kolaboratif. “Saya pastikan tahun 2026 adalah tahun kita memberikan hasil yang lebih baik dari 2025. Tantangan memang semakin berat, tetapi kemampuan kita juga semakin tinggi,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 5 Januari 2026.

Salah satu fokus evaluasi utama adalah persoalan sampah. Farhan mengakui pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar Kota Bandung. Namun, langkah-langkah yang telah diambil dinilai sudah berada di jalur yang tepat.

“Pada awal 2025, hampir 100 persen sampah Kota Bandung diangkut ke TPA Sarimukti. Tapi, melalui berbagai upaya pengelolaan dan pemanfaatan, saat ini sekitar 20 persen atau sekitar 320 ton sampah per hari telah dikelola dan dimusnahkan melalui berbagai teknologi yang tersedia,” papar Farhan.

Farhan menargetkan peningkatan signifikan pada Februari 2026. “Saya targetkan, pada Februari 2026 sekitar 30 persen sampah Kota Bandung dapat dikelola dengan baik,” tegasnya.
 


Artinya, dari total timbulan sampah sekitar 1.500 ton per hari, hampir 500 ton dapat ditangani, meski masih menyisakan pekerjaan rumah untuk sekitar 1.000 ton per hari. “Tidak ada satu solusi ajaib dalam penanganan sampah. Dibutuhkan langkah-langkah yang terstruktur dan berkelanjutan,” kata Farhan.

Untuk memperkuat pengelolaan dari sumber, Pemkot Bandung akan meluncurkan program petugas pemilah dan pengolah sampah, dengan satu orang di setiap Rukun Warga (RW). Farhan meminta seluruh aparatur mendukung penuh program tersebut.

Selain persampahan, Farhan mendorong perubahan pola kerja seluruh perangkat daerah. Ia meminta aparatur tidak bekerja secara reaktif, melainkan antisipatif dalam menghadapi berbagai persoalan kota.

“Pastikan kita memiliki respons yang lebih cepat terhadap laporan warga dan mampu mengantisipasi potensi permasalahan,” beber Farhan.


Wali Kota Bandung, M Farhan. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Farhan turut menyoroti kondisi infrastruktur kota yang masih memerlukan perhatian, mulai dari jalan rusak, drainase, hingga penerangan jalan umum dan trotoar. Meski tahun 2026 akan difokuskan pada 17 ruas jalan pusat wisata, Farhan memastikan seluruh wilayah Kota Bandung tetap menjadi perhatian.

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Februari 2026.

“Mari kita buktikan bahwa kita adalah birokrat yang tangguh dan mampu mengelola Bandung sebagai ibu kota provinsi terbesar di Indonesia,” ungkap Farhan menutup arahan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)