Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: dok PR IDN.
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berkualitas dan Inklusif!
Ade Hapsari Lestarini • 14 January 2026 13:33
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi harus berkualitas dan inklusif. Artinya pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional," ujar Purbaya, saat menjadi keynote speaker di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
Tak hanya itu, Purbaya a juga menyoroti pentingnya stabilitas fiskal, investasi produktif, serta kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi utama dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
Oleh karena itu, Purbaya turut mengajak generasi milenial dan Gen Z untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan melalui inovasi, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi.
Purbaya pun menekankan pentingnya keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan akselerasi pembangunan agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara lebih luas.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Metrotvnews.com/Ade Hapsari
Kejar pertumbuhan ekonomi 6%
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,6 persen hingga 5,7 persen pada triwulan keempat (Q4) 2025. Target optimis ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 menjadi 5,2 persen.
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan data ekonomi terkini sudah menunjukkan tren positif. Ia mencontohkan data retail sales yang tumbuh tertinggi dalam dua tahun terakhir, serta naiknya indeks kepercayaan konsumen. Kondisi ini diperkuat dengan indikasi ekonomi yang membaik, yang secara signifikan juga mengurangi potensi gangguan sosial politik.
Purbaya mengatakan, pemerintah memberikan beberapa stimulus ke perekonomian. Pemerintah telah menyuntikkan likuiditas ke sistem perbankan dengan total Rp276 triliun dana ditempatkan di bank.
"Saya pindahkan dari BI ke sistem perbankan, dengan itu saja sudah akan menaikkan permintaan cukup baik," jelas Purbaya, dikutip dari Metro Siang Metro TV, 26 November 2025. Ia menambahkan, dana ini bertujuan menekan suku bunga perbankan ke bawah.
Selain injeksi likuiditas, pemerintah juga memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan (Oktober-Desember) kepada masyarakat Desil 1 hingga 4. Purbaya meyakini, ketika momentum pertumbuhan tercipta, pemerintah akan memelihara momentum itu terus sehingga ke depannya ekonomi akan tumbuh lebih cepat, dengan prediksi mengarah ke enam persen pada 2026.