Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambangi salah satu kafe di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa malam (13/1/2026) untuk bertemu para pegiat kopi. (ANTARA/HO-Sekretariat Wakil Presiden)
Gibran Serap Aspirasi Pegiat Kopi di Wamena, Dorong UMKM Naik Kelas
Achmad Zulfikar Fazli • 14 January 2026 01:01
Wamena: ?Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambangi salah satu kafe di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa malam, 13 Januari 2026. Dia bertemu para pegiat kopi dan pelaku ekonomi kreatif guna mendorong agar UMKM naik kelas.
Dalam pertemuan itu, Wapres menyerap aspirasi pelaku UMKM yang selama ini berperan aktif mendorong ekonomi kerakyatan di wilayah Papua Pegunungan.
Kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal, peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah, serta pemberdayaan UMKM sebagai pilar utama pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Wapres berdiskusi dengan Asosiasi Petani dan Penggiat Kopi Papua Pegunungan (PPKPP) yang dipimpin oleh Lemeus Franky Gombo.
Asosiasi yang dibentuk pada 2022 ini bertujuan merangkul anak muda Jayawijaya dan menaungi petani serta pegiat kopi dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.
Baca Juga:
Bekerja Tenang di Kebun Kopi, Harapan Sederhana Para Pekerja Lereng Gunung |
Produk kopi dari para petani dalam asosiasi itu telah menorehkan prestasi internasional, termasuk meraih penghargaan dalam kompetisi kopi di Australia, serta diekspor secara rutin ke berbagai negara seperti Belanda, Italia, Australia, dan Kanada dengan volume sekitar dua ton per negara setiap dua bulan.
Usai pertemuan, Ketua Asosiasi PPKPP Franky Gombo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Presiden.
"Kami dari asosiasi petani dan penggiat kopi Provinsi Papua Pegunungan merupakan representasi dari seluruh petani kopi di delapan kabupaten. Kunjungan Bapak Wakil Presiden ini membawa harapan besar, sukacita, dan semangat bagi masyarakat Papua, khususnya dalam penguatan UMKM," kata Franky dilansir dari Antara, Selasa, 13 Januari 2026.
Menurut Franky, UMKM yang kuat akan berdampak langsung pada ketahanan ekonomi nasional.
Dia menjelaskan asosiasinya telah mengikuti berbagai ajang internasional dalam beberapa tahun terakhir dan memperoleh pengakuan sebagai kopi grade 1 terbaik dunia.
"Permintaan bisa mencapai 50 hingga 200 ton per minggu. Ini menjadi tantangan karena kami tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu kami menyampaikan kepada Bapak Wakil Presiden pentingnya kerja sama dari hulu ke hilir," kata dia.
Franky menambahkan dukungan yang dibutuhkan tidak hanya berupa bantuan alat produksi, tetapi penguatan manajerial, pelatihan, serta pendampingan berkelanjutan.
Dia berharap adanya pusat pelatihan dan pendampingan yang terus dimonitor, pengembangan UMKM dan kopi unggulan Papua Pegunungan benar-benar berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, hadir juga pengusaha dan pegiat kopi Papua Pegunungan, seperti Denny Jigibalom, pionir pengembangan Kopi Tiom dari Kabupaten Lanny Jaya.
Denny dikenal konsisten mengembangkan kopi Arabika dataran tinggi Papua Pegunungan sejak 1995 dan menjadi inspirasi bagi generasi muda melalui penguatan ekonomi kerakyatan berbasis perkebunan kopi.