Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani. Metrotvnews.com/Duta Erlangga
Danantara Bakal Groundbreaking Sejumlah Proyek Hilirisasi di Februari 2026
Eko Nordiansyah • 14 January 2026 17:00
Jakarta: Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk beberapa proyek hilirisasi pada Februari 2026.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan, beberapa proyek strategis itu, diantaranya proyek bauksit, alumunium, bioavtur, refinery (kilang), hingga proyek budidaya unggas.
“Itu ada bauksit, aluminium di Balikpapan, kemudian ada bioavtur, kemudian ada refinery juga. Kemudian ada (budidaya) unggas di lima tempat,” ujar Rosan dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
Terkait dengan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME), Ia mengatakan bahwa kemungkinan proyek tersebut juga akan dilakukan groundbreaking pada Februari 2026.
“Saya lupa, kalau enggak salah itu (DME) Februari deh,” ujar Rosan.
Untuk Proyek DME, Rosan menjelaskan bahwa akan dilakukan analisa terlebih dahulu terkait teknologi yang akan diimplementasikan ke dalam proyek tersebut.
“Kalau teknologinya kita dianalisa oleh Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa. Jadi kita baru mau meetingin sih hari ini,” ujar Rosan.
.jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
6 proyek hilirisasi siap groundbreaking
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan untuk melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi pada Februari 2026, dengan total nilai investasi mencapai 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Prabowo menyebut proyek hilirisasi menjadi bagian dari strategi nasional untuk mempercepat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia.
"Kita juga dalam waktu berapa minggu ini, kita akan mulai. Kita harapkan minimal enam proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11 (proyek). Nilainya adalah kurang lebih 6 miliar dolar (AS)," ujar Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa proyek hilirisasi akan dibarengi dengan masuknya investasi besar-besaran dari luar negeri, sehingga pemerintah menaruh perhatian besar pada kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola proyek.
"Saya perkirakan cukup besar investasi yang akan masuk kita. Untuk itu harus benar-benar siapkan awak, siapkan manajemen, siapkan manager-manager muda yang bisa menjaga mengelola proyek-proyek ini," ujar Prabowo.