Serangan Israel saat Prosesi Pemakaman di Gaza Tewaskan Delapan Warga Palestina

Asap hitam dari serangan Israel di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)

Serangan Israel saat Prosesi Pemakaman di Gaza Tewaskan Delapan Warga Palestina

Willy Haryono • 18 July 2026 17:45

Gaza: Sedikitnya delapan warga Palestina tewas dan 20 lainnya terluka setelah serangan udara Israel menghantam prosesi pemakaman di Nuseirat, Jalur Gaza bagian tengah, pada Jumat, 17 Juli 2026, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Dikutip dari Gulf Times, Sabtu, 18 Juli 2026, para pelayat sedang menghadiri pemakaman seorang warga yang sebelumnya tewas akibat serangan Israel di wilayah yang sama pada hari itu.

Petugas medis menyebutkan, sedikitnya tiga warga Palestina lainnya juga tewas dalam serangan udara Israel di lokasi terpisah di Jalur Gaza, sehingga jumlah korban tewas pada Jumat mencapai sedikitnya 12 orang.

Hamas mengecam serangan di Nuseirat dan menyebutnya sebagai "pembantaian brutal" terhadap para pelayat. Kelompok itu mendesak para mediator serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah untuk menghentikan serangan Israel di Gaza.

Menanggapi insiden tersebut, militer Israel menyatakan serangan itu menargetkan sebuah sel militan dari kelompok Jihad Islam yang beroperasi di Jalur Gaza bersama Hamas.

Militer Israel juga mengatakan pihaknya mengetahui adanya laporan bahwa sejumlah warga sipil yang tidak terlibat turut menjadi korban akibat serangan tersebut.

Sementara itu, warga di kawasan timur Deir al-Balah, Gaza tengah, mengatakan militer Israel menggunakan pesawat nirawak (drone) untuk menyiarkan peringatan suara yang memerintahkan penduduk meninggalkan rumah mereka. Imbauan itu memaksa sejumlah keluarga mengungsi demi keselamatan.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 1.100 warga Palestina, yang sebagian besar merupakan warga sipil, telah tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Oktober tahun lalu. Hamas tidak secara rutin mengungkap jumlah korban dari pihak kelompoknya.

Meskipun gencatan senjata menghentikan pertempuran besar, serangan udara Israel masih terjadi hampir setiap hari. Israel menyatakan operasi militernya ditujukan untuk menyerang kelompok militan. Dalam periode yang sama, empat tentara Israel dilaporkan tewas dalam serangan kelompok bersenjata di Gaza.

Kelompok pemantau konflik Armed Conflict Location & Event Data Project (ACLED) menyebut jumlah serangan udara Israel terhadap Hamas dan kelompok bersenjata lainnya meningkat menjadi lebih dari 40 kali sepanjang Juni, tertinggi sejak gencatan senjata diberlakukan.

ACLED juga mencatat sejumlah serangan lain di dekat garis pemisah kedua pihak yang menyebabkan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Baca juga:  Pemukim Israel Lempari Rumah Warga Paletina dengan Batu

(Willy Haryono)