136 Ribu Penumpang Diprediksi Padati Bandara Lombok Selama Mudik-Balik Lebaran

Penumpang di ruang tunggu Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Arsip.

136 Ribu Penumpang Diprediksi Padati Bandara Lombok Selama Mudik-Balik Lebaran

Silvana Febiari • 14 March 2026 15:50

Lombok Tengah: PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memproyeksikan pergerakan penumpang pada arus mudik dan balik Lebaran atau Idulfitri 1447 Hijriah. Jumlahnya mencapai 136.255 penumpang.

"Pergerakan penumpang pada Lebaran ini ditargetkan meningkat 4,1 persen," kata General Manager Bandara Lombok Aidhil Philip Julian, dikutip dari Antara, Sabtu, 13 Maret 2026.

Sementara pada periode angkutan udara Lebaran 2026, terdapat peningkatan trafik pergerakan pesawat yang mencapai 1.454 pergerakan atau meningkat 28,2 persen. "Dan kargo yang mencapai 702 ton atau meningkat 6,4 persen dibandingkan periode sebelumnya," ucapnya.
 


Bandara Lombok bersama seluruh stakeholder berkomitmen untuk memastikan kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran. Mereka juga berupaya menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan pengalaman perjalanan udara yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Pihaknya telah menyiapkan posko terpadu di Pick Up Zone Bandara Lombok yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara. Beberapa di antaranya Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI, Bea Cukai, Imigrasi, Badan Karantina Indonesia, Balai Kekarantinaan Kesehatan dan maskapai penerbangan.

"Posko terpadu ini beroperasi selama 18 hari ke depan hingga 30 Maret 2026," ujarnya.


Penumpang di ruang tunggu Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Arsip.


Pembentukan posko ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor IR-DJPU 01 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026 M (1447 H).

“Melalui Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran ini, kami melakukan pemantauan operasional bandara secara intensif serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran," ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, pihaknya tetap mengedepankan prinsip 3S + 1C yaitu Safety, Security, Service, dan Compliance. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan, keamanan, serta kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara.

"Kami berharap pelaksanaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 dapat berlangsung optimal serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan melalui bandara," tuturnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)