Masker ilustrasi. Dok Pexels.
4 Rekomendasi Masker Anjuran Kemenkes untuk Mencegah Abu Vulkanik
Arga Sumantri • 7 September 2026 13:28
Jakarta: Paparan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin telah tersebar luas ke beberapa daerah, mulai Lampung hingga Jakarta. Abu vulkanik yang menyimpan sejumlah partikel kaca dan senyawa berbahaya lainnya sangat berbahaya untuk sistem pernapasan jika terhirup oleh manusia.
Pemerintah telah mengimbau masyarakat mengenakan masker yang dirancang khusus melindungi sistem pernapasan dari partikel di udara. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah menganjurkan sejumlah masker filtrasi udara yang cocok digunakan untuk melindungi sistem pernapasan terhadap paparan abu vulkanik.
Beberapa masker tersebut memiliki kemampuan paling tidak 95 persen untuk menyaring partikel udara. Berikut ini masker yang aman dikenakan untuk melindungi diri dari abu vulkanik sesuai anjuran Kemenkes.
Masker yang Aman untuk Abu Vulkanik
Dalam unggahan Kemenkes di Instagram pada Senin, 7 September 2026 terdapat beberapa masker yang direkomendasikan sebagai respirator penyaring partikel udara, meliputi N95, KN95, KF94, FFP2.Baca Juga :
Erupsi Gunung Anak Krakatau Dinyatakan Berakhir
Masker N95
Berdasarkan Surat Edaran Kemenkes Nomor KL.01.02/A/17765/2026 menganjurkan penggunaan masker N95 sebagai respirator penyaring partikel kecil termasuk abu vulkanik.N95 adalah respirator partikulat yang telah memiliki sertifikasi NIOSH di Amerika Serikat. Masker tersebut telah memenuhi beberapa persyaratan serta melalui pengecekan kualitas yang ketat.
Angka 95 dalam penamaan masker tersebut berarti filter harus mampu menyaring 95% partikel udara sesuai dengan pengujian yang telah ditentukan.
Masker N95 dirancang khusus untuk menyaring partikel-partikel udara sehingga tidak cocok untuk digunakan sebagai pelindung terhadap uap, gas, dan aerosol berbasis minyak.
Masker KN95
KN95 termasuk dalam kategori international filtering facepiece respirator. CDC menjelaskan bahwa respirator internasional seperti KN95 juga diuji berdasarkan standar China GB2626.KN95 memiliki kemampuan yang setara dengan N95 terkait penyaringan partikel udara, yakni 95 persen. Menjadikan KN95 sebagai alternatif masker lain apabila persediaan N95 telah habis.
Namun masker KN95 memiliki standar yang berbeda sesuai dengan tempat produksi masker sehingga beberapa jenis masker KN95 tidak dapat disamaratakan kualitasnya dengan masker N95.

Ilustrasi. Dok Pexels.
Masker KF94
KF94 berasal dari sistem Korea Filter (KF) di Korea Selatan. MFDS Korea menjelaskan bahwa KF94 merupakan salah satu kategori health mask yang digunakan untuk melindungi dari partikel berbahaya seperti debu halus dan partikulat. Dalam klasifikasi Korea, kemampuan filtrasi partikelnya berada di bawah KF99 tetapi di atas KF80.KF94 juga dirancang dengan bentuk 3D sehingga sehingga bentuknya akan mengikuti bentuk wajah pengguna masker.
Masker FFP2
FFP2 merupakan kelas respirator dalam standar Eropa EN 149. FFP2 dirancang untuk menyaring partikel dan termasuk perlindungan terhadap debu halus.HSE Inggris menjelaskan bahwa FFP1, FFP2, dan FFP3 merupakan respirator yang dirancang untuk menyaring debu sehingga cocok digunakan untuk melindungi diri terhadap abu vulkanik.
Cara Menggunakan Masker yang Tepat
Penggunaan masker menggunakan abu vulkanik harus dilakukan secara maksimal Langkah-langkah penggunaan masker yang tepat juga diperlukan agar dapat mengurangi potensi debu yang masuk ke sistem pernapasan.Berikut cara menggunakan masker yang tepat untuk melindungi diri dari debu:
1. Cuci tangan terlebih dahulu
Bersihkan tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer sebelum memegang masker.2. Periksa kondisi masker
Pastikan masker tidak robek, rusak, kotor, atau berubah bentuk. Jangan menggunakan masker yang sudah rusak.3. Menutupi hidung dan mulut
Masker harus menempel serapat mungkin dengan wajah. Jangan sampai bagian hidung atau dagu terbuka. Tarik napas dan rasakan apakah ada udara yang masuk dari sisi masker. Pada respirator yang menutup rapat, kebocoran dari sisi masker harus diminimalkan.4. Untuk N95, tekan bagian nose clip
Jika masker memiliki penjepit hidung, tekan dan bentuk mengikuti kontur hidung agar seal lebih rapat.5. Jangan sering menyentuh bagian depan masker
Hindari menyentuh bagian depan masker dengan tangan yang terkontaminasi debu. Jika ingin memperbaiki posisi masker sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu.6. Lepaskan melalui tali pengikatnya
Saat melepas masker, hindari menyentuh bagian depan masker karena dapat terkontaminasi partikel abu.Penggunaan masker untuk masyarakat wilayah terdampak abu vulkanik menjadi salah satu langkah pencegahan untuk menghindari bahaya dan dampak dari abu vulkanik terhadap kesehatan.
(Yaumil Tianri Rahmi)