Truk kontainer angkutan logistik. Foto: dok. MI.
Menata Bisnis Logistik di Tengah Perubahan, Tata Kelola dan Efisiensi Jadi Fokus
Deny Irwanto • 20 August 2026 19:47
Jakarta: PT RBM Logistik Indonesia menyiapkan sejumlah agenda strategis menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Penguatan tata kelola, struktur kepemimpinan, serta transformasi digital menjadi beberapa hal yang masuk dalam agenda.
Direktur Utama PT RBM Logistik Indonesia, Agus A. Mile, mengatakan persiapan RUPS menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam menentukan arah pengembangan bisnis di tengah dinamika industri logistik.
"Persiapan RUPS ini merupakan momentum krusial bagi perusahaan untuk melakukan lompatan strategis yang lebih besar. Dengan mengintegrasikan keahlian profesional eksekutif senior serta kekuatan jaringan pengusaha papan atas seperti Bapak Haryo Silalahi dan Ibu Anita Rahmi," kata Agus dalam keterangan pers, Kamis, 20 Agustus 2026.
Dalam persiapan RUPS, sejumlah nama disebut diproyeksikan mengisi posisi strategis di perusahaan. Mereka antara lain Haryo Silalahi dan Anita Rahmi. Keduanya disebut memiliki pengalaman di bidang usaha dan jaringan bisnis yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan arah bisnis perusahaan.

Direktur Utama PT RBM Logistik Indonesia, Agus A. Mile (kiri) dan Haryo Silalahi (kanan). Dokumentasi/ istimewa.
Selain itu, terdapat Subhan, mantan Direktur Bisnis Semen Indonesia, yang diproyeksikan turut memperkuat jajaran kepemimpinan. Pengalamannya di bidang operasional dan pengelolaan perusahaan berskala besar dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan rantai pasok.
Langkah penguatan struktur tersebut disiapkan seiring dengan tantangan industri logistik nasional dan global yang terus berkembang.
Transformasi Digital Masuk Agenda
Selain struktur kepemimpinan, agenda RUPS mendatang juga mencakup sejumlah rencana pengembangan perusahaan. Salah satunya transformasi digital dalam layanan logistik.
Peningkatan efisiensi armada juga menjadi bagian dari agenda yang disiapkan. Perusahaan turut merencanakan pengembangan kerja sama dengan mitra strategis di tingkat internasional.
Penguatan aspek tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menyesuaikan layanan dengan perubahan kebutuhan industri logistik dan rantai pasok.