Inseminasi Buatan Jadi Jurus Kejar Swasembada Daging dan Susu Nasional

Ilustrasi. Foto: dok MI/Bary Fathahilah.

Inseminasi Buatan Jadi Jurus Kejar Swasembada Daging dan Susu Nasional

Husen Miftahudin • 24 April 2026 21:40

Jakarta: Senator asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Angelo Wake Kako mendorong percepatan program inseminasi buatan (IB) sebagai strategi kunci menuju swasembada daging dan susu, khususnya di NTT. Upaya tersebut dikemas dalam gerakan bertajuk "Senator Inseminator" yang kini mulai dijalankan langsung di tengah masyarakat.

"Sektor peternakan adalah masa depan Indonesia. Kalau kita serius, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi raksasa baru di bidang ini," kata Angelo di sela kegiatan Aksi Nyata Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV) 2026, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2026.

Menurut Angelo yang juga menjabat Wakil Ketua Komite II DPD RI, inseminasi buatan merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan produktivitas ternak secara cepat dan terukur. Program ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong "revolusi putih", yakni target swasembada daging dan susu nasional.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Angelo mengaku telah mulai mengimplementasikan program inseminasi buatan di NTT. Ia ingin memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam rantai produksi peternakan.

"Konsepnya sederhana, kita ingin masyarakat Nusa Tenggara Timur terlibat langsung dalam agenda swasembada pangan, khususnya di sektor peternakan sapi," ungkap dia.
 
Baca juga: Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis pada Juni 2026


(Angelo Wake Kako, ketiga kanan, dalam gerakan "Senator Inseminator". Foto: Istimewa)
 

Libatkan peternak lokal


Melalui gerakan "Senator Inseminator", Angelo aktif turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi sekaligus praktik langsung inseminasi buatan. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembangunan kesadaran (awareness) masyarakat serta pelibatan aktif (to be involved) peternak lokal.

"Pertama, kita bangun kesadaran swasembada itu penting. Kedua, kita libatkan masyarakat sebagai aktor utama, bukan sekadar penonton," tegas dia.

Inseminasi buatan memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari peningkatan mutu genetik ternak, peningkatan angka kelahiran secara teratur, hingga optimalisasi penggunaan bibit pejantan unggul. Selain itu, metode ini juga dinilai efektif dalam menekan risiko penularan penyakit pada ternak.

Angelo berharap gerakan ini dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mempercepat swasembada daging dan susu. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

"Ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal keberpihakan kebijakan dan keterlibatan masyarakat. Kalau semua bergerak bersama, target swasembada bukan hal yang mustahil," tutup dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)