Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa. Foto: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis pada Juni 2026
Fachri Audhia Hafiez • 20 April 2026 20:04
Jakarta: Misi swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan progres signifikan. Setelah mengamankan posisi beras di akhir 2025, Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memproyeksikan delapan komoditas pangan strategis akan mencapai status swasembada pada Juni 2026 mendatang.
“Artinya upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rakyat seperti yang disampaikan Presiden, ini sudah kelihatan nyata datanya,” ujar Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, Senin, 20 April 2026.
Berdasarkan neraca pangan yang dirilis Bapanas, ketersediaan komoditas utama nasional saat ini terpantau melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat.
Beras diperkirakan mengalami surplus hingga 15,8 juta ton, disusul jagung dengan surplus 4,7 juta ton, dan gula konsumsi yang memiliki kelebihan pasokan sebesar 797 ribu ton.
Tren positif ini juga merambah sektor hortikultura dan protein hewani. Komoditas cabai besar, cabai rawit, dan bawang merah dilaporkan berada dalam kondisi surplus, di mana sebagian hasil produksi bawang merah bahkan mulai dialokasikan untuk pasar ekspor.
Sementara itu, daging ayam mencatatkan surplus 950 ribu ton dan telur ayam sebesar 517 ribu ton.
Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa. Foto: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
I Gusti Ketut Astawa menambahkan bahwa keberhasilan ini memperkuat stabilitas pasokan dan harga di pasar domestik.
Meski delapan komoditas utama telah menunjukkan kinerja gemilang, pemerintah berkomitmen untuk terus menggenjot produksi pada komoditas lain yang masih bergantung pada impor, seperti bawang putih, kedelai, serta daging sapi dan kerbau, guna mewujudkan kemandirian pangan total.