Ingin Bangun Permukiman, Ekstremis Israel Masuk Lebanon Selatan

Prajurit Israel kerap membela para pemukim Yahudi yang masuk ke wilayah Lebanon selatan. Foto: Anadolu

Ingin Bangun Permukiman, Ekstremis Israel Masuk Lebanon Selatan

Fajar Nugraha • 23 April 2026 16:13

Beirut: Sejumlah ekstremis Israel dilaporkan melintasi perbatasan ke wilayah Lebanon selatan pada Rabu malam, 22 April 2026 dan menyerukan pembangunan permukiman.

Aksi ini terjadi di tengah ketegangan kawasan dan disebut sebagai langkah langka lintas batas.

Dilansir dari media Anadolu, rekaman video yang beredar menunjukkan kelompok pro-permukiman berada di wilayah tersebut. Dalam rekaman itu, mereka menyatakan, “Aktivis kami berada di Lebanon selatan,” serta menyerukan dilanjutkannya proyek permukiman.

Peristiwa ini terjadi beberapa jam setelah insiden serupa di Suriah, ketika puluhan warga Israel dari kelompok “Bashan Pioneers” memasuki desa Hader. Mereka terlihat mengibarkan bendera Israel dengan kehadiran pasukan militer.

Militer Israel kemudian menyatakan telah memulangkan sekitar 40 warga sipil yang memasuki wilayah Suriah dan menyerahkan mereka kepada polisi. Sejumlah warga lainnya juga dilaporkan sempat masuk ke Lebanon selatan sebelum akhirnya diamankan.

Media penyiaran publik Israel melaporkan para pelintas batas itu bergerak beberapa ratus meter ke dalam wilayah Lebanon. Mereka kemudian ditangkap oleh militer dan diserahkan kepada pihak kepolisian.

Kelompok pendukung gagasan “Israel Raya”, termasuk Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich, mendorong ekspansi wilayah ke negara tetangga seperti Suriah, Yordania, dan Lebanon. Gagasan ini menuai kontroversi di tingkat internasional.

Situasi keamanan di Lebanon memburuk sejak konflik meningkat pada awal Maret. Lebih dari 2.200 orang dilaporkan tewas dan lebih dari satu juta lainnya mengungsi akibat serangan yang terus berlangsung, meski telah ada gencatan senjata selama 10 hari yang dimediasi Amerika Serikat.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)