Menhut Raja Juli Antoni (tengah) dalam peninjauan penanganan karhutla. Foto: Dok. Kemenhut.
Menhut Ingatkan Petugas Tetap Siaga Meski Hotspot Karhutla Turun
Fachri Audhia Hafiez • 9 September 2026 07:33
Ketapang: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengimbau seluruh Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) untuk tetap siaga dan tidak mengendurkan pengawasan. Meskipun jumlah titik panas (hotspot) menunjukkan penurunan signifikan.
“Tetapi jangan sampai penurunan angka hotspot ini membuat kita justru menganggap kerjaan sudah selesai. Membuat kita menjadi berleha-leha. Justru momentum mumpung 13, semua harus mengejar ya titik-titik apinya dan diselesaikan dipadam, dipadamkan,” tegas Raja Juli saat meninjau lokasi karhutla di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Selasa, 8 September 2026.
Raja Juli memaparkan bahwa berdasarkan data per Senin malam, 7 September 2026, jumlah titik panas di wilayah Ketapang berhasil ditekan hingga tersisa 13 titik. Capaian positif ini merupakan buah dari kerja keras serta sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
“Sekali lagi dari data yang ada per malam tadi, hotspot di Ketapang, berkat kerjasama semua pihak, Pak Bupati, TNI, Polri, KPH, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Masyarakat Peduli Api, dan seterusnya, angkanya terus turun, tinggal 13 hotspot,” ujar Raja Juli.
.jpeg)
Menhut Raja Juli Antoni (tengah) dalam peninjauan penanganan karhutla. Foto: Dok. Kemenhut.
Lebih lanjut, Raja Juli mengingatkan tantangan teknis dalam penanganan karhutla di atas lahan gambut. Api yang sudah padam di permukaan belum tentu sepenuhnya mati di bawah tanah, sehingga berpotensi memicu kebakaran susulan bila tertiup angin.
“Tadi teman-teman liat sendiri kan, di gambut itu memadamkan api beda dengan di mineral. Bisa jadi di atas sudah tidak terlihat sama sekali ada api, tapi kadang-kadang masih berasap. Karena tidak ada asap tapi di bawahnya masih berpotensi untuk hidup kembali ketika ada angin, dan sebagainya,” ucap Raja Juli.