Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merangsek masuk ke wilayah Suriah. Foto: Anadolu
Masuk ke Wilayah Suriah, Netanyahu Mengklaim Pegang Kendali Mutlak
Fajar Nugraha • 10 September 2026 08:32
Damaskus: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi pasukan Israel di wilayah Suriah pada Rabu 9 September 2026, tanpa ada rasa menghormati kedaulatan wilayah negara lain.
Di dalam wilayah Suriah itu, Netanyahu menyatakan bahwa Israel memegang "kendali mutlak" atas hamparan wilayah yang membentang dari Gunung Hermon hingga Sungai Yarmouk, sembari berjanji untuk menggulingkan pemerintah Iran.
"Kami menguasai seluruh wilayah mulai dari puncak Gunung Hermon hingga Sungai Yarmouk, dan dari sini hingga Laut Mediterania—kendali mutlak yang belum pernah kami miliki sebelumnya," ujar Netanyahu dalam sebuah video yang dirilis oleh kantornya, seperti dikutip Anadolu, Kamis 10 September 2026.
Netanyahu, yang didampingi oleh Menteri Pertahanan Israel Katz dan Wakil Kepala Staf Tamir Yadai, menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan apa yang disebutnya sebagai "pasukan teroris" untuk membangun kekuatan di perbatasannya.
Ia menambahkan bahwa Israel sudah "sangat dekat" untuk mengalahkan pemerintah Iran dan berkomitmen penuh untuk mewujudkannya.
Pasukan Israel bergerak memasuki zona penyangga yang diawasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta wilayah lain di Suriah selatan setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024, dan mereka tetap berada di sana sejak saat itu. Suriah telah berulang kali menuntut penarikan pasukan tersebut.
Sebuah komisi PBB menyatakan pekan ini bahwa kehadiran militer Israel yang semakin menguat di Suriah selatan merupakan bentuk "pendudukan oleh pihak yang bertikai" (belligerent occupation) dan bahwa beberapa tindakan Israel di sana dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Israel menolak temuan tersebut dan menyatakan bahwa keberadaan pasukannya merupakan langkah keamanan sementara.