Dorong Hilirisasi, Anak Usaha Arsari Group Gandeng Asahi Solder

PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA) resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan asal Singapura, Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd. (Asahi Solder). (Istimewa)

Dorong Hilirisasi, Anak Usaha Arsari Group Gandeng Asahi Solder

Lukman Diah Sari • 11 September 2026 17:58

Batam: PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak usaha PT Arsari Tambang, resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan asal Singapura, Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd. (Asahi Solder). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di pabrik STANIA, Batam, Jumat, 11 September 2026.

Mengusung tema “Memperkuat Hilirisasi Industri Timah Indonesia melalui Kemitraan Strategis,” kesepakatan ini ditujukan untuk mengembangkan produk solder bernilai tambah, meningkatkan kapabilitas teknologi dan kualitas, serta memperluas akses pasar global.

Sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi timah terintegrasi PT Arsari Tambang, pabrik STANIA di Batam telah beroperasi sejak Juli 2025. Dengan kapasitas awal 2.000 ton per tahun, pabrik ini difokuskan memproduksi solder bar sekaligus meriset produk bernilai tambah yang lebih tinggi seperti solder paste.

PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA) resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan asal Singapura, Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd. (Asahi Solder). (Istimewa)

Direktur Utama PT Arsari Tambang sekaligus Wakil Presiden Direktur Arsari Group, Aryo P. S. Djojohadikusumo menyatakan, langkah strategis ini sejalan dengan visi besar perusahaan dalam membangun ekosistem industri masa depan di Tanah Air.

“STANIA merupakan bagian dari Arsari Tambang, yang merupakan sub-holding dari Arsari Group. Karena itu, kerja sama hari ini bukan hanya tentang pengembangan produk solder, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun rantai nilai yang menghubungkan sumber daya alam, material bernilai tambah, manufaktur, hingga teknologi masa depan,” ujarnya.

Saat ini, Arsari Group tengah agresif mengembangkan ekosistem teknologi dan artificial intelligence (AI) melalui RAIA Grid, yang mencakup infrastruktur connectivity, fiber, data center, cloud, hingga high-performance computing. Perusahaan juga sedang menyiapkan kapabilitas perakitan Graphics Processing Unit (GPU) di Indonesia yang sangat membutuhkan dukungan rantai pasok mumpuni.

“Kami ingin melihat timah Indonesia terus bergerak naik dalam rantai nilai, dari komoditas menjadi material bernilai tambah, kemudian terhubung dengan industri electronic manufacturing dan pada akhirnya mendukung ekosistem teknologi dan AI yang sedang dibangun di Indonesia,” tambah Aryo.

Di sisi lain, Managing Director Asahi Solder, Vincent Kho, melihat kemitraan ini sebagai momentum tepat untuk menggabungkan kemampuan manufaktur lokal dengan teknologi dan pengalaman panjang perusahaannya di bidang soldering dan material interkoneksi elektronik.

“Kami menyambut baik terjalinnya kemitraan strategis dengan STANIA. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri hilir timah, dan kami meyakini bahwa perpaduan antara kemampuan manufaktur STANIA di dalam negeri dengan pengalaman Asahi Solder dalam produk solder dan material interkoneksi elektronik dapat menciptakan peluang baru untuk menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi serta memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok industri elektronik global,” jelas Vincent.

Hilirisasi yang dilakukan PT Arsari Tambang ini juga dipastikan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan. Fasilitas STANIA di Batam dikembangkan dengan standar efisiensi energi dan pengurangan emisi yang ketat.

Langkah ini mencerminkan komitmen sektor swasta yang semakin besar dalam berinvestasi, membangun kapasitas industri, dan menciptakan nilai tambah komoditas di dalam negeri. Hal tersebut sejalan dengan agenda Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus mendorong investasi dan memperkuat tulang punggung industri nasional.

(Lukman Diah Sari)