Bantah Klaim Trump, IRGC Tantang Kapal AS untuk Dekati Selat Hormuz

IRGC membantah klaim Trump bahwa AS menguasai Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Bantah Klaim Trump, IRGC Tantang Kapal AS untuk Dekati Selat Hormuz

Willy Haryono • 13 September 2026 18:04

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Washington telah menguasai Selat Hormuz, seraya memperingatkan bahwa kapal-kapal AS yang mendekati jalur strategis tersebut akan menghadapi respons dari pasukan Iran.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Urusan Politik Angkatan Laut IRGC Kolonel Ali Mohammadi, yang juga menantang Trump untuk mengirim kapal perang AS mendekati Selat Hormuz.

"Jika memang demikian, silakan bawa salah satu kapal perang Anda dalam jarak 100 kilometer," kata Mohammadi, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu 13 September 2026.

Menurut Mohammadi, pasukan AS mengetahui bahwa kapal mereka akan menghadapi respons jika mendekati kawasan tersebut. Dia mengklaim insiden serupa telah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Mohammadi juga mengklaim sejumlah kekuatan militer asing telah berada di luar Teluk Oman selama berbulan-bulan. Dia mengatakan tidak ada pasukan maupun peralatan militer AS yang saat ini berada di Teluk, Selat Hormuz, maupun Teluk Oman.

Lebih lanjut, Mohammadi mengklaim Angkatan Laut IRGC memiliki pengawasan "penuh" terhadap Selat Hormuz, kawasan Teluk, dan Teluk Oman.

Dia mengatakan kapal-kapal yang berlayar dari Kuwait dan Bahrain turut dipantau oleh pasukan Iran. Menurutnya, kapal-kapal tersebut dapat dikenai tindakan jika dianggap melanggar aturan yang diberlakukan Teheran.

Mohammadi juga mengklaim pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk telah dibuat "tidak beroperasi." Ia mengatakan pasukan Iran telah melakukan operasi yang disebutnya sebagai tindakan pendahuluan terhadap pangkalan, kapal perang, dan kapal AS yang dianggap melanggar aturan Iran.

Ketegangan di Selat Hormuz

Klaim tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran terkait kendali atas Selat Hormuz.

Trump dalam beberapa kesempatan terakhir menyatakan AS menguasai jalur perairan strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia tersebut.

Awal bulan ini, Trump mengatakan pasukan AS telah menyerang 28 kapal dan perahu Iran. Dalam kesempatan itu, dia menyatakan bahwa AS kini menguasai Selat Hormuz.

Pada Rabu lalu, Trump kembali mengatakan AS telah berhasil menang perang dengan Iran, sekaligus menegaskan klaim Washington atas kendali Selat Hormuz. Dia bahkan melontarkan usulan agar jalur tersebut diberi nama baru, yakni "Selat Trump."

Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini memiliki arti strategis bagi perdagangan energi global karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk.

Di tengah konflik Iran-AS, klaim mengenai siapa yang mengendalikan dan menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz menjadi isu penting bagi perdagangan serta pasokan energi global.

Namun, klaim IRGC mengenai kondisi militer AS di kawasan tersebut maupun klaim Trump mengenai kendali Washington atas Selat Hormuz belum dapat diverifikasi secara independen.

Baca juga: Iran Tuduh AS Serang Kapal Komersial di Dekat Qeshm, 1 Orang Tewas 3 Terluka

(Willy Haryono)