Pengolahan sampah di TPS 3R Meruya Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Permudah Pilah Sampah, TPS 3R Meruya Selatan Siapkan Gerobak Keliling
Metro TV • 8 September 2026 21:01
Jakarta: Pengelola Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Meruya Selatan, Jakarta Barat, menyiapkan pengadaan gerobak sampah keliling. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah warga mengakses tempat pembuangan dan pemilahan sampah.
Pengawas TPS 3R Meruya Selatan Achmad Basyary mengatakan, pihaknya akan menyediakan gerobak motor yang dirancang khusus. Gerobak tersebut memiliki sekat-sekat pembatas untuk memilah sampah langsung dari warga.
"Gerobak motor itu yang bisa menyasar ke warga di gang-gang. Jadi ketika keliling, mereka sudah langsung masukin (sampah) sesuai dengan jenisnya,” kata Achmad kepada Metrotvnews.com, Selasa, 8 September 2026.
Baca Juga :
Sampah Tercampur Jadi Kendala TPS 3R Sunter Jaya
“Mereka (masyarakat) harus memilah dari rumah tangga. Cuman kan memang fasilitas tukang gerobak itu kan enggak memadai. Rata-rata bak aja gitu kan, enggak ada sekat atau apa. Nah, itu masih jadi dilema kita di lapangan, tingkat bawah tuh,” kataAchmad.
Program ini ditargetkan dapat terlaksana pada 2027. Achmad pun berharap rencana ini mendapat persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Di tahun depan, mudah-mudahan terealisasi. Mudah-mudahan di-acc Pak Gubernur," ujar Achmad.
Sejak beroperasi dua tahun lalu, TPS 3R Meruya Selatan menerima setoran sampah dari enam kelurahan di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Total per harinya mencapai 40 ton.

Pengawas TPS 3R Meruya Selatan, Achmad Basyary. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Sampah yang masuk kemudian diolah kembali menggunakan mesin pencacah. Achmad menyebutkan, pada Mei 2026 lalu, pihaknya berhasil menyetorkan 123 ton cacahan limbah anorganik ke TPS Terpadu Bantargebang untuk dikelola sebagai Refuse-Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar hasil pengolahan limbah.
Sementara untuk sampah organik, pengelola TPS mengolahnya menjadi kompos. Namun, pemanfaatan kompos tersebut sejauh ini masih terbatas pada kalangan pekerja dan belum tersebar luas ke masyarakat umum.
(Afifah Alfina)