IHSG Hari Ini 31 Agustus 2026: Sempat Turun, Kini Menguat ke 6.520

Ilustrasi. Foto: dok MI.

IHSG Hari Ini 31 Agustus 2026: Sempat Turun, Kini Menguat ke 6.520

Ade Hapsari Lestarini • 31 August 2026 09:20

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini terpantau sempat berada di zona merah. Tak beberapa lama, laju IHSG langsung berbalik menguat kendati tipis.

Mengacu data RTI, Senin, 31 Agustus 2026, IHSG naik 0,5 poin atau setara 0,06 persen ke posisi 6.520 pada pukul 09.06 WIB. Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat berada di posisi 6.511.

Sementara itu, IHSG sempat berada di level terendah yaitu 6.494. Sedangkan untuk level tertinggi adalah 6.523. Total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 2,78 miliar lembar senilai Rp1,298 triliun.

Pagi ini, tercatat 308 saham bergerak menguat. Sementara sebanyak 165 saham melemah dan 225 saham lainnya stagnan. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11,460 triliun dengan frekuensi sebanyak 213.633 kali.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,11 poin atau 0,17 persen ke posisi 640,71.


Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com.
 

 

Sentimen yang memengaruhi IHSG


Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya pada Jumat, 28 Agustus 2026 mengatakan sebagian besar pelaku pasar menantikan pidato Ketua The Fed di tengah kebuntuan diplomatik AS dengan Iran.

Dia mengatakan, dari mancanegara, pelaku pasar cenderung menunggu pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole pada Jumat, 28 Agustus 2026 waktu AS.

Penantian pidato itu untuk mendapatkan petunjuk tentang prospek suku bunga AS. Meskipun diperkirakan akan kenaikan suku bunga The Fed sebelum akhir 2026, dengan probabilitas kenaikan pada Desember tetap di atas 70 persen.

Untuk pertemuan September 2026, pelaku pasar saat ini memperkirakan sekitar 65 persen kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Sementara itu, Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid mengatakan kebijakan moneter tidak menghambat perekonomian.

Di sisi lain, sebagian besar pelaku pasar mengabaikan ancaman sanksi AS, yang mana upaya diplomatik AS dengan Iran tetap buntu setelah AS menolak untuk menghidupkan kembali ketentuan perjanjian Juni dan mengatakan mereka saat ini tidak bernegosiasi dengan Iran.

Sementara itu, AS malah meningkatkan tekanan melalui sanksi baru awal pekan ini, yang dikecam Iran sebagai tindakan yang bermusuhan dan tidak efektif.

Dari dalam negeri, telah terdapat kepastian pemimpin baru Gubernur Bank Indonesia (BI), setelah Komisi XI DPR RI menuntaskan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan terhadap para calon pimpinan BI, yang mencakup calon Gubernur BI dan menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI untuk masa jabatan 2026–2031.

Selain itu, demonstrasi tuntutan mengesahkan RUU Perampasan Aset berjalan tertib dan terkendali sehingga situasi relatif stabil pascademonstrasi.

(Ade Hapsari Lestarini)