RS Tria Dipa Bertransformasi Jadi Lifestyle Hospital, Hadirkan Teknologi Medis Generasi Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan keterangan dalam peresmian operasional penuh RS Tria Dipa, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026. (Foto: Dok. Ist)

RS Tria Dipa Bertransformasi Jadi Lifestyle Hospital, Hadirkan Teknologi Medis Generasi Terbaru

Patrick Pinaria • 28 August 2026 20:31

Jakarta: Rumah Sakit Tria Dipa memperkenalkan wajah baru sebagai Lifestyle Hospital melalui transformasi fasilitas, teknologi kesehatan, sumber daya manusia, dan sistem operasional. Transformasi tersebut ditandai dengan peresmian operasional penuh RS Tria Dipa pada Jumat, 28 Agustus 2026.

RS Tria Dipa yang telah hadir sejak 1974 kini mengusung konsep pelayanan kesehatan modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pengalaman pasien. Dengan mengedepankan kenyamanan, keamanan, kredibilitas, serta pelayanan personal, rumah sakit menghadirkan perpaduan dokter spesialis berpengalaman, teknologi medis terdepan, dan ekosistem layanan kesehatan yang komprehensif.

Presiden Direktur PT Tria Dipa Medika, dr. Sukmo Hadi Nugroho, mengatakan transformasi tersebut menjadi tonggak baru perjalanan RS Tria Dipa.

"Hari ini merupakan tonggak baru perjalanan Rumah Sakit Tria Dipa. Kami hadir dengan manajemen baru, semangat baru, fasilitas yang diperbarui, serta teknologi kesehatan yang semakin modern," kata Sukmo dalam peresmian operasional penuh RS Tria Dipa, Jumat, 28 Agustus 2026.


Presiden Direktur PT Tria Dipa Medika dr. Sukmo Hadi Nugroho saat peresmian operasional penuh RS Tria Dipa, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026. (Foto: Dok. Ist)

Salah satu teknologi yang dihadirkan ialah Naeotom Alpha.Prime-Photon Counting CT Scan dari Siemens Healthineers. Dalam keterangan RS Tria Dipa, teknologi tersebut diperkenalkan sebagai teknologi pertama di Asia Tenggara.

Teknologi tersebut menghadirkan kemampuan pencitraan dengan kualitas gambar yang lebih tajam dan detail dengan radiasi minimal. Hasil pencitraan juga disebut dapat dibaca kurang dari satu menit sehingga memberikan informasi diagnostik yang lebih komprehensif mengenai kondisi kesehatan.


CT Scan Naeotom Alpha.Prime-Photon Counting CT Scan dari Siemens Healthineers yang dihadirkan RS Tria Dipa. (Foto: Dok. Ist)

Selain itu, RS Tria Dipa menghadirkan Siemens Artis genio, teknologi untuk melihat kondisi pembuluh darah secara detail, terutama untuk mengetahui penyempitan, pelebaran, atau kelainan pembuluh darah yang sulit dicapai.

Teknologi tersebut mendukung prosedur intervensi dengan visualisasi dan teknologi pencitraan yang dirancang untuk membantu dokter melakukan tindakan kepada pasien dengan anatomi tubuh yang sulit dicapai menggunakan teknologi yang ada saat ini.


CT Scan Naeotom Alpha.Prime-Photon Counting CT Scan dari Siemens Healthineers yang dihadirkan RS Tria Dipa. (Foto: Dok. Ist)

Transformasi RS Tria Dipa juga didukung lima Center of Excellence, yaitu Medical Check-Up Center, Cardiology Center, Uro-Nephrology Center, Diagnostic Endoscopy Center, serta Aesthetic & Plastic Surgery Center.

Aesthetic & Plastic Surgery Center berada di dalam lingkungan rumah sakit sesuai regulasi yang ada untuk menjamin mutu layanan dan keselamatan pasien apabila terjadi kondisi kedaruratan medis.

Sukmo mengatakan sejumlah peralatan medis baru tersebut akan mendukung lima layanan unggulan RS Tria Dipa. Salah satunya ESWT yang menjadi bagian dari layanan urologi.

Menurut dia, transformasi tersebut merupakan komitmen RS Tria Dipa untuk memberikan pelayanan yang semakin berkualitas, aman, cepat, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan setiap pasien.

"Sejalan dengan kebutuhan masyarakat, Rumah Sakit Tria Dipa juga memperkenalkan positioning baru sebagai Lifestyle Hospital," ujarnya.

Konsep tersebut menempatkan rumah sakit bukan hanya sebagai tempat masyarakat datang saat sakit, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup melalui pelayanan promotif, preventif, deteksi dini, medical check-up, pengobatan, hingga pemulihan.

Direktur RS Tria Dipa, dr. Hartono Tanto, mengatakan transformasi juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan peralatan rumah sakit.

"Pertama, tentunya kita ingin rumah sakit ini melayani masyarakat dengan lebih baik. Sehingga tentunya kita juga meningkatkan kemampuan, kemudian juga kemampuan SDM rumah sakit selain kemampuan juga peralatan yang ada di dalamnya," kata Hartono.


CT Scan Naeotom Alpha.Prime-Photon Counting CT Scan dari Siemens Healthineers yang dihadirkan RS Tria Dipa. (Foto: Dok. Ist)

Hartono menegaskan RS Tria Dipa tetap melayani peserta BPJS. Menurut dia, layanan tersebut telah diberikan sejak awal berdirinya rumah sakit hingga saat ini.

"Rumah sakit ini sebagaimana disampaikan Pak Gubernur tadi juga melayani BPJS, bahkan sejak lama, sejak awal berdiri sampai sekarang pun tetap melayani BPJS," ujarnya.

Selain pembaruan gedung, sumber daya manusia, sistem operasional, dan teknologi, Hartono mengatakan transformasi RS Tria Dipa juga diarahkan pada aspek pencegahan.

"Jadi dengan teknologi yang ada, kita manfaatkan untuk melakukan hal-hal yang bisa mencegah sesuatu hal terjadi, misalnya deteksi dini untuk stroke," katanya.

Hartono juga mengatakan RS Tria Dipa berupaya menghadirkan tindakan yang memungkinkan masyarakat terbebas dari rasa nyeri.

"Jadi banyak hal yang kita lakukan transformasi, selain gedung, selain juga sumber daya manusia, sistem operasional rumah sakit, teknologi yang ada, tapi yang paling penting adalah kami tetap mengutamakan untuk layanan dan keselamatan pasien tentunya," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kehadiran RS Tria Dipa dengan peralatan modern, manajemen baru, dan jangkauan yang lebih luas diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta Selatan dan sekitarnya.

"Tria Dipa ini adalah salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta Selatan. Dan saya menaruh harapan bahwa Tria Dipa yang sekarang ini sudah beroperasi penuh dengan peralatan yang modern, dengan manajemen yang baru, dan juga dengan jangkauan yang lebih luas mudah-mudahan akan menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat yang ada di Jakarta Selatan," kata Pramono dalam sesi doorstop.

Pramono juga mengatakan RS Tria Dipa menjadi bagian dari ekosistem pelayanan kesehatan di Jakarta. Dia menyebut jumlah rumah sakit di Jakarta saat ini sebanyak 196 rumah sakit.

Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak sedang menambah jumlah rumah sakit melalui izin baru. Pemerintah daerah membantu rumah sakit yang telah memiliki izin tetapi belum menyelesaikan proses atau belum dikelola secara maksimal agar dapat beroperasi dengan baik.

"Dan untuk itu beberapa rumah sakit termasuk yang hari ini, mungkin kemarin dua hari yang lalu yang saya resmikan, semuanya dalam rangka untuk membuat Jakarta memberikan pelayanan yang lebih baik," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sukmo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas izin pelebaran akses keluar-masuk RS Tria Dipa.

Menurut Sukmo, sebelumnya akses keluar-masuk rumah sakit hanya selebar 6 meter. Pelebaran akses dinilai penting untuk mendukung penanganan pasien dalam kondisi darurat, terutama karena kondisi jalan dari Pasar Minggu menuju Pancoran maupun sebaliknya yang padat setiap hari.

"Dan tentu pelebaran akses ini akan dapat menyelamatkan banyak jiwa dalam keadaan darurat dan lebih banyak pasien yang dapat ditangani dengan tepat waktu karena peralatan kami tadi sangat mendukung terkait dengan layanan unggulan yang kami miliki," kata Sukmo.

Hartono menambahkan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama proses pembangunan dan transformasi rumah sakit.

"Kami tetap melayani masyarakat sebagaimana yang telah dirasakan masyarakat saat ini, khususnya masyarakat di sekitar Jakarta Selatan dan sekitarnya," kata Hartono.

Sebagai Lifestyle Hospital, RS Tria Dipa membangun ekosistem kesehatan terintegrasi yang mencakup layanan pencegahan, diagnostik, kuratif, rehabilitatif, hingga estetik. Rumah sakit juga berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, personal, berbasis bukti ilmiah, dan mengutamakan keselamatan pasien.

Peresmian operasional penuh pada Jumat, 28 Agustus 2026 menjadi penanda dimulainya babak baru RS Tria Dipa setelah menjalani transformasi dengan fasilitas dan teknologi yang diperbarui, sekaligus mempertahankan pelayanan bagi masyarakat Jakarta Selatan dan sekitarnya.

(Patrick Pinaria)