Salah satu rumah yang hancur akibat gempa yang terjadi pada Kamis (9/4) dini hari, Kamis (9/4/2026). ANTARA/HO-BPBD Flores Timur
BPBD Flores Timur Distribusikan Logistik untuk Korban Gempa di Pulau Adonara
Whisnu Mardiansyah • 9 April 2026 10:37
Flores Timur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mendistribusikan sejumlah logistik untuk penanganan darurat dampak bencana gempa bumi dengan magnitudo 4,7 di Pulau Adonara, Flores Timur.
"Kita saat ini sementara mendistribusikan logistik untuk para korban, sambil menunggu penanganan lebih lanjut," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Flores Timur, Aris Tokan, saat dihubungi dari Kupang seperti dilansir Antara, Kamis pagi, 9 April 2026.
Pernyataan ini disampaikan berkaitan dengan upaya BPBD Flores Timur dalam menangani korban bencana alam gempa bumi yang terjadi pada pukul 00.30 Wita waktu setempat.
Aris mengatakan, sejumlah logistik yang disalurkan sementara meliputi tenda, terpal, dan kasur. Bantuan ini mengingat para korban saat ini berada di luar rumah.
Hingga saat ini, gempa susulan masih terus terjadi di wilayah tersebut. Warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi.
Terkait posko bencana, BPBD dan pemerintah desa setempat masih berkoordinasi. Mereka akan memutuskan apakah akan mendirikan posko bencana dari tenda atau cukup memindahkan para korban ke kantor desa setempat. Namun, jumlah jiwa yang terdampak masih belum pasti. Pendataan lebih lanjut masih dilakukan.
Terkait korban jiwa, Aris mengatakan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat gempa bumi tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima dari kepala desa setempat, terdapat enam orang luka ringan dan dua orang mengalami dislokasi tulang.
"Ada dua orang yang dilaporkan mengalami gangguan pada tulangnya saat menyelamatkan diri. Enam lagi dilaporkan luka-luka ringan," tambah Aris.

Dampak gempa di pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur pada Kamis (9/4). ANTARA/Ho-BPBD
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga pukul 06.40 Wita, hasil monitoring menunjukkan adanya 48 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Sementara itu, gempa susulan hingga saat ini masih terus dirasakan oleh warga di pesisir Pulau Adonara.
"Masih terasa gempanya. Kami masih di luar rumah saat ini," ujar Abdul, warga Desa Terong.