Dampak gempa di pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur pada Kamis (9/4). ANTARA/Ho-BPBD
79 Rumah di Pulau Adonara Flores Timur Rusak Akibat Gempa
Whisnu Mardiansyah • 9 April 2026 09:55
Flores Timur: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat 79 rumah di Pulau Adonara rusak akibat gempa magnitudo 4,7 yang terjadi pada Kamis, 9 April 2026, pukul 00.30 Wita.
Bupati Flores Timur, Anton Doni, mengatakan 79 unit tersebut merupakan data sementara kerusakan rumah kategori ringan maupun rusak berat hingga pukul 08.30 Wita.
"Sementara ini kami mendapat laporan, kondisi terparah ada di Desa Terong dan Desa Lamahala," kata Anton Doni dihubungi dari Kupang dikutip Media Indonesia, Kamis, 9 April 2026.
Bupati merinci kerusakan di Desa Terong mencapai 69 rumah, sedangkan sisanya berada di Desa Lamahala. Jumlah tersebut masih bersifat dinamis seiring proses pendataan yang terus berjalan.
Saat ini, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sudah turun ke lokasi. Tim bertugas mengidentifikasi dampak kerusakan dan kebutuhan penanganan keadaan darurat di lapangan.
Bupati menambahkan, pihaknya terus memperbarui data kerusakan tersebut seiring dengan proses verifikasi yang masih berjalan di lapangan.
.jpg)
Ilustrasi Medcom.id
Anton menyatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah darurat berupa pendistribusian terpal dan tenda bagi warga terdampak. Langkah ini dilakukan sembari menunggu koordinasi penanganan lebih lanjut.
"Kami segera menyiapkan kebutuhan darurat lainnya," ujar dia, Kamis, 9 April 2026.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi magnitudo 4,7 terjadi pada Kamis, 9 April 2026, pukul 00.30 WITA. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,36° LS dan 123,15° BT, tepatnya di darat pada jarak 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman lima kilometer.